For Our Love and Life

Length : One Shoot

Genre : Romance, tragedy and sad

Cast :Ji Young (BIGBANG)

Dara (2NE1)

Park Bom (2NE1)

Seungri (BIGBANG)

For Our Love… and Life

“Aduh bagaimana ini? Kalau d-dia….” Namja itu langsung menghentikan pembicaraannya dengan seseorang yang di teleponnya saat seseorang lagi masuk ke ruangannya. “Seungri! Ada apa?” Kata seseorang yang masuk itu. Seungri langsung memberikan teleponnya pada seseorang itu. “Ini.. Chaerin ingin berbicara denganmu!”. Seseorang itu langsung mengambilnya.

“Iya? Kenapa Chaerin?” Kata seseorang itu. “Ahh! Jiyoung oppa! Maaf pemotretan minggu depan dibatalkan tidak apa?” Nama namja yang baru masuk itu Jiyoung, kata seseorang yeoja yang di telepon memanggil orang itu. Jiyoung kaget dengan apa yang yeoja itu katakan. “Memangnya ada apa? Kan kemarin kau sudah janji…” Kata Jiyoung dengan nada RADA kesal. “Oppa! Minggu depan adalah jadwal tes-ku. Jadi appa dan eomma akan menyuruhku menghentikkan kegiatan pemotretan dan kegiatanku di luar sekolah. Mianheyeo oppa!”. Kata Chaerin membuat Jiyoung tidak enak.

“Oh… begitu, ya sudah tidak apa!….” Sebelum melanjutkan pembicaraanya, Seungri yang mendengarnya langsung bangkit dari kursinya dengan ekspreksi ‘kenapa tidak apa-apa?’ “Yeoboseo oppa?” Kata Chaerin yang diseberang sana bingung… “Ahh~ anni! Kau belajar saja untuk tes-mu, oppa tahu itu lebih penting. Ya sudah tidak apa-apa, kami juga akan mencari model lain. Annyeong Chaerin”. Jiyoung langsung menutup telepon.

“Hyung! Bagaimana kau… Argghh! Dalam waktu 2 hari bagaimana kita mencari model baru?” Seungri sangat tidak setuju dengan keputusan hyung-nya. “Sudahlah, santai saja! Nanti juga dapat. Banyak yeoja-yeoja cantik yang belum kita ketahui mungkin kita akan mendapatkannya besok!” Jiyoung menepuk punggung Seungri sebagai tanda ‘sudahlah’.”Jadi sekarang kita bagaimana?” Kata Seungri sambil duduk lagi di kursinya. “Aduhh…. capeknya….. kita pergi jalan-jalan saja” Kata Jiyoung sambil membanting tubuh ke sofa.

“Hyung! Disini tidak ada apa-apa, aku bosan” Kata Seungri sambil meneguk kopi hangatnya di cafe. “Daripada kita pusing memikirkan model, mungkin saja disini kita bisa bertemu yeoja cantik! Kkaja!” Jiyoung langsung menarik tangan Seungri keluar cafe untuk berjalan-jalan.

“Kau ini! hyung! Foto apa sih? Suara kameramu sering sekali membuatku terganggu” Kata Seungri mengintip foto-foto yang diambil Jiyoung. “Hanya foto-foto pemandangan disini….” Kata Jiyoung dengan nada cuek. “Hah? Di taman mall ini? Ada-ada saja hyung ini. Hyung kita itu harusnya mengambil foto di studio atau tidak di tempat-tempat dengan pemandangan alam yang bagus dan berkelas, tidak disini!” Seungri memulai sesi cerewetnya yang membuat Jiyoung terganggu dan telinga mendenging… Huftt… Namun Jiyoung malah asyik mengambil foto di sekitar mereka, tidak memperdulikan Seungri yang begitu ingin membuat telinganya meledak.

“Eoh!” Tiba-tiba Jiyoung kaget melihat hasil fotonya sendiri. “Ada apa hyung? Kau mengambil foto hantu?” Seungri langsung menarik kamera Jiyoung dan melihatnya. “Anni!” Jiyoung menarik kembali kameranya. “Wanita ini! Lihat! Cantik sekali yah….”Jiyoung memberi lihat Seungri foto 2 orang yeoja yang sedang berjalan dan tertangkap kamera Jiyoung. “Yang satu ini, manis sekali” Kata Jiyoung menunjuk yeoja yang satu, yang lebih pendek dari satunya. “Anni hyung! Yang tinggi ini lebih cantik dan kurasa mukanya seperti boneka! Dan.. uuhhh! Kakinya daebakk!” Kata Seungri menunjuk yang satunya lagi.

Lalu entah mengapa mereka terdiam setelah melihat foto itu. “Aha!” Kata mereka berdua bersamaan. Mereka langsung lari kearah 2 yeoja tadi berjalan sampai bertemu mereka…..

“Hyung! Kau saja yang bilang” Kata Seungri berbisik di belakang mereka, 2 yeoja itu. “Tidak kau kan asistenku! Kau saja, ini perintah bos-mu!” Kata Jiyoung berbisik sambil menyikut Seungri. “Ah tidak mau! Aku malu” Kata Seungri.

“Aku juga malu! Bagaimana kalau kita berdua?” Kata Jiyoung berbisik lebih pelan, takut 2 yeoja ini curiga.

“Aduh jangan sekarang tunggu momen yang tepat hyung!”

“Hya Seungri kalau mereka ternyata pulang bagaimana?”

“Yasudah, kita berdua, kita toel bahunya lalu tawarkan ‘mau jadi model kami?’ gitu saja ya”

“HYA Seungri!! jangan toel bahunya! Tidak sopan, panggil namanya saja!”

“Hyung! Emang namanya siapa? Kita kan tidak tahu, Ck!!” Seungri menyikut Jiyoung.

“Yasudah kita panggil saja noona! Begitu saja…”

“Hyung! Memang mereka nampak lebih tua dari kita?”

“LAKUKAN SAJA  S-E-U-N-G-R-I!!!” Kata Jiyoung keras sehingga kedua yeoja itu membalikkan badan dan melihat mereka lalu…

“Noona! Mau menjadi model kami?” Kata Seungri dan Jiyoung bersamaan, seakan-akan mereka latah. Kedua yeoja itu memasang muka bingung dengan perkataan mereka. Lalu salah satu yang lebih pendek berkata, “Kami?”.

Mereka pun mengajak 2 yeoja itu ke taman yang tadi dan menjelaskan semuanya. “Yah kalau begitu noona datang ke tempat kami jam 10 yah, ini kartu nama-ku” Kata Jiyoung menyodorkan kartu nama kepada 2 yeoja itu. “Eoh…. Jiyong..ssi?” Kata yeoja yang tinggi. “Iya dia ini fotografer, kalau noona namanya siapa?” Kata Seungri dengan nada canggung. “Oh aku Park Bom panggil saja Bom, yang ini Dara” Kata Park Bom dengan senyum manis. Seungri dan Jiyoung mengangguk. “Oh iya, noona! Bawa data kalian yah besok, terimakasih mau bekerjasama dengan kami” Kata Seungri dengan sopan.

Kedua yeoja itu pun pergi meninggalkan kedua namja itu. “Hyung! Untung mereka tidak mencurigai kita yah tadi.. Fyyuhhh!” Kata Seungri menarik nafas dan mengelap keringat geroginya di kening saat bertemu dengan 2 yeoja itu. “Iya, kalau curiga itu karena-mu!” Jiyoung langsung menjitak kepala Seungri. “HYA HYUNG! Mereka membalikkan badan karena kau teriak memarahiku tadi heh!” Seungri mengusap-usap kepala kesayangannya. “Kau memarahiku? Aku juga tidak akan teriak kalau kau tidak membuatku emosi!” kata Jiyoung menunjukkan kepalan tangannya seakan-akan mau menonjok Seungri. “Eh!!!!! Jangan hyung, ya sudah kita pulang saja!” Kata Seungri memberi tatapan ‘aku akan membalasmu’ kepada Jiyoung.

Esok pagi….

“Aduh… Mereka belum datang juga!” Jiyoung dari tadi mondar-mandir di studio menunggu Bom dan Dara. “Hyung! Sekarang baru jam 10.07! Biasanya juga model kita yang sebelum-sebelumnya datang lebih lama dari jam yang di janjikan!” Kata Seungri mencoba menyabarkan hyung-nya. Seungri memperhatikan gerak-gerik hyung-nya yang…. “Ah! I know..I know! Kau tidak sabar ingin melihat Dara noona kan?” Seungri memberi senyuman pada Jiyoung. “Hya! A-ak-aku hanya tidak mau kalau…….”

Tiba-tiba seperti ada suara orang berlari. “Jiyoung, Seungri-ssi, maaf aku terlambat!” Kata Dara dengan nada yang terengah-engah. “Oh noona, kau tidak perlu berlari santai saja. Mana Bom noona?” Kata Seungri mengajak Dara duduk sejenak. “Oh! Itu dia tidak bisa, ada urusan keluarga, tidak apa-apa kan? Memang mendadak sekali” Kata Dara sambil meminum air putih yang disediakan Seungri.

Seungri melirik Jiyoung dan Dara bergantian… Mungkin menurutnya ia harus meninggalkan kedua orang itu disini karena ia tahu tatapan yang diberikan antara Jiyoung dan Dara. Lalu Seungri mendekati Jiyoung “Hyung! Aku keluar sebentar yah…” Seungri berbisik pada Jiyoung.

“Dara noona,kau bawa datamu?” Kata Jiyoung. “Ah ne! Ini…” Dara memberi datanya di amplop coklat. Karena Jiyoung terus manatap Dara, ia tidak sadar saat mengambil amplop itu, ia memegang tangan Dara. “Oh! Mian, aku tidak bermaksud untuk….”  “Ah, aku tahu Jiyoung-ssi” Kata Dara mendahului. Jiyoung mengecek isinya. “OK! Noona kau bisa berganti pakaian disana, silahkan” Kata Jiyoung menunjuk ruang ganti.

Saat selesai mengganti bajunya, Dara memulai sesi fotonya. Jepretan foto Jiyoung hasilnya bagus. “Noona, hasilnya bagus, terimakasih untuk kerja keras” Kata Jiyoung menunjukkan foto Dara di layar komputer. “Oh ne! Aku boleh pulang sekarang?” Kata Dara. “Jangan dulu!” Kata Jiyoung dengan nada rada teriak. Dara kaget. “Kenapa?”. “Oh! anni, maksudku… nggg…. aku ingin memberi tahu kalau… lusa datang kesini untuk foto lagi” Kata Jiyoung terbata-bata. “Oh… Kukira! Dengan Bom?”  “Hm… tidak perlu, soalnya kita bisa dengan 1 model saja” Kata Jiyoung dengan sopan.

“Noona! Pulangnya mau aku antar?” Kata Jiyoung sambil menggaruk belakang kepalanya dan mukanya sedikit merah. “Hmm?” Kata Dara yang sedang mengepak barang-barangnya bingung.

Di depan rumah Dara

“Gomawo, Jiyoung-ssi!” Kata Dara sambil membuka pintu. “Ah sebentar noona!” Kata Jiyoung memegang lengan Dara sebagai tanda untuk dia jangan keluar dulu. “Ada apa?” Dara langsung melihat tangan Jiyoung yang sedang memegang lengannya. “Ah! Jangan lupa lusa maksudnya Hehe” Muka Jiyoung memerah lagi. “Oh.. ya sudah sampai bertemu lusa Jiyoung-ssi, aku boleh keluar kan sekarang?” Dara melirik tangan Jiyoung. Jiyoung langsung melepas tangannya. “Ah Ne!”. Jiyoung memperhatikan setiap langkah Dara berjalan memasukki rumah, bisa dibilang dia melakukan ini untuk memastikkan Dara baik-baik saja atau… ia memberi tatapan ‘Aku suka caramu melihatku dan aku ingin memegang tanganmu lagi’ pada Dara.

Lusa…

“Hyung? Hari ini kau meminta Dara untuk foto lagi?”

“Iya? Memang mengapa, tidak boleh?” Kata Jiyoung seakan-akan membuat Seungri untuk berhenti bertanya.

“Ah anniyo! Coba saja kalau Park Bom datang..” Kata Seungri sedikit memelankan suaranya. “Apa????!” Jiyoung yang sedang merapikan mejanya terhenti ketika mendengar Seungri berkata begitu. “K-kau menyukai Park Bom?” Kata Jiyoung mendekati Seungri. “Sepertinya begitu” Kata Seungri dengan cuek dan…. lagi-lagi tangan Jiyoung mendarat keras di kepala Seungri. “HYA! Kata Dara, dia sudah punya pacar!” Kata Jiyoung. “MWWOO???? Jadi….”

“Annyeong, Jiyoung, Seungri-ssi, Mian ya kemarin aku tidak datang” Kata seseorang yeoja yg tiba-tiba masuk. Seungri dan Jiyoung pun melihat siapa dia. “Oh! Bom noona!” Seungri kaget. Ternyata Jiyoung pun kaget mendengar perkataan Seungri, ia langsung menatap Seungri (yang sedang menatap Bom) dengan tatapan ‘HYA HYA! Lihat aku!’. Seungri merasa ganjal seperti ada yang melihatnya lalu ia melihat hyungnya dengan bibir yang manyun-manyun seperti mengomeli dia tanpa suara, Seungri tahu apa maksudnya… “Maksudku… Oh! Bom noona… dan Dara noona! Hahaha aku terkejut sekali!” Kata Seungri memberi ekspresi terkejut yang telat dengan mata melotot dan menaikkan bahunya untuk meyakinkan bahwa ‘Ya.. aku terkejut’ padahal tidak.

“Aku ingin menghantar Dara kesini saja hehe soalnya aku ada janji dengan pacarku” Perkataan Bom membuat Seungri menunduk. Jiyoung menyikut Seungri sebagai sebuah kode. “Oh Ye! Tidak apa, aku juga  pinjam Dara-nya untuk foto”. “Ekkhhmmm!!!” Singgung Seungri langsung buang muka dari Jiyoung.

Sesi foto selesai, seperti biasa Dara mengepak barangnya untuk bersiap pulang tapi… “Dara noona, sebelum pulang ada sesuatu yang ingin aku bicarakan!”. “Ne? Katakan saja…” Dara masih membereskan barang-barangnya. Jiyoung langsung memegang kedua tangan Dara.. “Noona, aku menyukaimu!” Perkataan Jiyoung membuat Dara habis kata. Setelah Jiyoung berkata seperti itu, Dara masih terdiam dengan tangan yang dipegang Jiyoung. “Oh! Maaf kalau aku tidak sopan, mau aku antar pulang?” Jiyoung langsung melepaskan tangan Dara. “Ah aku sedang bosan di rumah, bagaimana kita kencan saja?” Kata Dara dengan senang. “Mwo? Kencan maksudnya??” Jiyoung bingung. “Maksudnya aku juga menyukaimu! Kkaja!” Dara langsung mengambil tas dan menarik tangan Jiyoung untuk pergi.

Mereka pergi ke tempat di mana mereka pertama kali bertemu, ya di mall itu. Jiyoung mengajaknya ke cafe tempat biasa dia dengan Seungri. Saat berjalan, mereka sering kali tertawa dan sesekali Jiyoung dan Dara mengambil foto. Saat waktunya pulang pun bisa dilihat dari wajah mereka berdua senyum-senyum sebagai kesan  kencan pertama mereka.

“Oh! Dara! Bagaimana kalau besok kau ke studioku pagi-pagi jam 8?” Kata Jiyoung sambil melihat jalan di depannya dan memegang setir mobil. “Tentu!” Kata Dara dengan senangnya.

Esok hari…

Dara langsung memanaskan air di apartemennya sambil menguap-nguap karena baru bangun tidur. Ia berjalan dengan slipper krung krung kesayangannya untuk mencuci muka dan menyikat gigi. Entah apa yang pertama kali dipikirkannya pagi ini tapi saat sedang menggosok gigi dengan matanya yang sesipit Daesung, tiba-tiba ia melotot dan membalikkan badan untuk melihat jam “OMO OMO! JAM 8.15? Aduh… aku ada janji dengan Jiyoung, mana belum bersiap aduh..aduh bagaimana ini!”

Dara langsung kumur-kumur, mengambil ponsel dan melihat ada 2 panggilan tidak terjawab dan 1 pesan. Ia lihat siapa yang meneleponnya jam setengah 8 tadi.. “Astaga Jiyoung-ssi!”. Lalu ia beralih ke pesan: ‘Noona, hari ini jam 8 ingat kan? Aku tunggu ya… JANGAN TELAT!’. Mata Dara membelalak saat melihat huruf-huruf yang Jiyoung kirim dengan huruf besar “OMO! Aku sudah TELAT!”.

Ia mematikan kompor, membuat minum, pergi ke kamar mandi, mandi, lalu ia memilah-milih pakaiannya, memakai sedikit make up “Ah tidak…tidak bedak tipis saja!” Kata Dara langsung mengambil bedak tipis, memakai baju, menata rambut, menyemprotkan parfum, memasukkan barang-barang yang diperlukan ke tasnya, memilih sepatu, memakai sepatu, berjalan keluar dari apartemennya, menuruni lift, melewati pintu masuk gedung apartemen, lalu ia berpikir… “Taksi apa bus yah? Ah sudah yang ada saja deh nanti!” Kata Dara dengan nafas tergesa-gesa. “Nah itu bus!”. Ia langsung berlari menuju bus, menaikki bus, dan pergi (akhirnya….)

Sementara di Studio Jiyoung mondar-mandir kanan-kiri dan sekali-kali mengecek ponselnya. “Hyung! Sudahlah tenang, aku yakin dia terlambat, lebih baik terlambat daripada tidak, duduklah!” Seungri langsung menarik tangan hyungnya untuk duduk. “Hya!” Jiyoung berdiri lagi dan memberi tatapan kesal pada Seungri. Jiyoung mulai berjalan ke jendela dan melihat di sebrang belum ada noona itu. “Aku yakin pasti dia buru-buru, hubungi dia saja!”. Kata Seungri sambil menghampiri hyungnya. Jiyoung pun langsung menekan tombol ‘call’ di ponselnya.

“Yeobboseyo? Dara noona!”

“Ye? Maaf! Mianhe! Sorry aku telat!”

“Kau dimana?”

“Aku baru turun bus sedang berjalan sedikit lagi, kau sabar yah!”

“Tapi noona aku menunggumu hampir 1 jam, cepatlah noona!” Kata Jiyoung rada membentak. Dan ia langsung memutuskan sambungan teleponnya.

“Hyung! Jangan begitu pada wanita, sabar….” Kata Seungri sambil memegang pundak hyungnya. “Aku tahu, tapi kan janjiannya jam 8, entah kenapa juga aku begitu tidak enak!” Jiyoung lagi-lagi mondar-mandir. “Hyung, model-model kita kan begitu juga, kita sudah terbiasa hyung! Masalahnya ini persoalan kecil hyung!”. “Iya juga sih, apa karena aku tidak sabar saja kali yah, memang ini masa——–” *CIIITTTTTTT…..BBBRRRAAAAKKKKKKKK*. “Oh hyung suara apa itu!” Seungri melihat ke jendela sebuah mini bus dengan kaca yang sudah pecah. “Iya-iya!” Jiyoung dan Seungri langsung keluar.

Diluar sudah banyak orang-orang mengerumuni mini bus itu. Saking penasarannya Seungri bertanya pada ahjumma di depannya yang juga sedang melihat kejadian itu. “Maaf, ini ada apa?”. Ahjumma itu menoleh mereka. “Ini, ada wanita muda yang tertabrak saat menyeberang jalan, aku lihat dia sedang berlari jadi tidak melihat mobil yang sedang melaju kencang” Kata Ahjumma itu membuat Seungri dan Jiyoung saling menatap. Mereka menerobos kerumunan sampai mereka melihat sendiri siapa wanita itu. “Dara noona!” Kata Jiyoung. Masih dilihat dari matanya ia belum terlalu percaya dengan apa yang ia katakan. Ia mulai memegang pundak wanita itu dan membalikkan posisi wanita yang tertabrak itu menghadap mukanya. “OMO! Benar! ini Dara noona!” Kata Seungri dengan kaget dan menunjuk-nunjuk wanita itu.

Suara ambulan yang membubarkan kerumunan itu, kecuali Jiyoung dan Seungri. Mereka melihat Dara yang bercucuran darah itu dimasukkan dalam mobil ambulan. “Hyung! Ambil mobilmu kita ikuti ambulannya!” Kata Seungri mendorong-dorong punggung hyungnya.

Di rumah sakit

“Seungri-ssi! Bagaimana keadaan Dara?” Tiba-tiba Bom datang dengan sepatu heelsnya yang mengetuk-ngetuk lantai. Seungri bengong dan menyadari… ‘aku yang pertama ditanyai olehnya’ tapi ia tahu ini bukan saatnya. “Kami belum tahu, baru saja dimasukkan ke ruangan ini. “Eottokhe…eottokhe…eottokhe…!” Kata Bom dengan gelisah sambil mondar-mandir di depan Seungri. Dengan refleks Seungri memegang pundak Bom “Tenanglah, ia akan baik-baik saja!” Kata Seungri menghibur. Jiyoung yang sedari tadi hanya terdiam tiba-tiba membuka mulutnya. “Noona! Ini salahku mianheyo! INI SALAHKU!” Kata Jiyoung lagi-lagi membantingkan tubuhnya untuk duduk di bangku dan tanpa ia peduli, air matanya jatuh. Seungri dan Bom mencoba menghampiri Jiyoung dan menenangkan ia supaya jangan terlalu dipikirkan.

Setelah beberapa lama menunggu, dokter pun keluar. Mereka bertiga langsung berdiri. Dokter membuka masker dan berkata “Tubuhnya baik-baik saja hanya luka baret sedikit, hanya saja ada keadaan yang paling buruk”. Dokter melihat 3 orang itu berkaca-kaca mungkin maksudnya ‘apa dok, apa!!?’ dokter berkata lagi “Ini buruk, karena saat kecelakaan terjadi ada sedikit pecahan kaca yang menancap pada matanya, jadi saat kami periksa tadi, matanya masih belum bisa melihat maksimal” untuk sementara dokter berhenti berbicara. Ketiga orang itu yang tadinya terdiam mendengar kata-kata dokter menghembuskan nafas, entah artinya lega dengan tubuhnya yang membaik apa hembusan untuk menyabarkan diri masing-masing menghadapi kenyataan Dara yang masih belum bisa melihat. “Tapi kalian semua jangan khawatir, kami pihak disini, berusaha sebaik mungkin untuk membuat matanya pulih kembali, kami akan periksa ulang 10 menit lagi, kalau bisa kalian tetap menunggu, permisi.” Dokter langsung pergi. Mereka bertiga hanya menunduk.

“Bom noona, mianhe, sahabatmu ini jadi begini karena aku, aku terima apapun hukumannya” Kata Jiyoung yang sedari tadi belum menegakkan badannya. “Sebenarnya ada apa? Lebih kau menceritakannya sambil duduk saja, Jiyoung-ssi” Kata Bom mengajak Jiyoung duduk. Jiyoung menjelaskan semuanya dengan ragu-ragu, ia memnerima konskuensinya kalau ia akan di marahi oleh sahabat Dara, Bom. Namun kali ini ia selamat. “Sudahlah, anggap saja ini musibah, tidak ada yang salah kalau Tuhan merencanakan semua ini, yang pasti jangan diulang lagi dan kita doakan supaya Dara bisa cepat sembuh.” Kata Bom dengan nada lembut.

Berjam-jam mereka bertiga menunggu untuk positif tidaknya Dara tidak dapat melihat. Tiba-tiba dokter keluar ruangan dan Jiyoung yang pertama kali menghampiri doter disusul dengan Bom dan Seungri. “Maaf, kalau kenyataannya buruk, teman kalian tidak dapat melihat lagi”. Bom kaget, seperti ingin pingsan sahabatnya yang selama ini menemaninya harus mengalami hal seburuk itu. Jiyoung meneteskan air mata lagi dan Seungri menunduk. “Tapi kalian tenang saja, kami sedang mencari donor unuk mata Dara yg rusak. Kalian bisa masuk sekarang..-” Dokter belum selesai berbicara tapi Bom langsung menyeruduk masuk.

“Dara-yah….!” Bom mengelus rambut sahabatnya. Ia melihat mata Dara tertutup perban. “Dara noona!” Kata Jiyoung dan Seungri bersamaan. “Bom, Jiyoung, Seungri, aku sudah tahu!” Kata Dara. Lalu suster langsung membuka perban yang dililit perlahan. Saat terbuka semua… Bom menangis di pangkuan Dara. “Bommie yah! Jangan sedih, nanti aku juga ikut sedih, walaupun begini kuharap kau mau selalu disampingku” Kata Dara meraba-raba rambut Bom. Jiyoung dan Seungri meneteskan air mata melihat bola mata Dara yang tatapannya kosong. “Jiyoung, Seungri, aku tahu kalian bersedih, tidak ada yang salah kok, aku terima keadaanku seperti ini” Kata Dara. Bom langsung melihat mata temannya meneteskan air mata, Bom mengusapnya dari wajah cantik Dara. “Oh iya, Jiyoung-ssi, maaf aku terlambat, pagi ini” Kata Dara membuat air mata Jiyoung makin menjadi. Seungri tak tega melihat Dara ditambah lagi Dara berkata seperti itu, ia makin merasa hyungnya-lah yang salah.

Di kamarnya, Jiyoung yang tadi melihat kondisi Dara yang begitu menyedihkan, sedang merenung tentang kejadian tadi sambil memainkan alunan nada dari gitarnya. “AARGGHHH!” Jiyoung langsung melempar gitarnya. “Ini salahku! Aku terlalu tidak sabar! Aku egois…. Dara mianhe, Tuhan Mianhe!” Jiyoung pun terdiam sejenak dan berkata “Aku akan bertanggung jawab!”.

Di rumah sakit

“Dara-ssi, ada kabar baik untukmu!” Kata dokter. Dara yang tidak bisa melihat tetap menatap lurus ke depan dan hanya bisa mendengarkan suara dokter, entah darimana. “Apa, dok?”. “Ada seseorang yang ingin mendonorkan bagian matanya untuk bagian matamu yang rusak” Dokter tersenyum. Ia tahu apapun, ekspresi apapun, Dara tidak dapat melihat.
Dokter pun keluar meninggalkan Dara.

Dara tersenyum dengan berita tadi “Siapa pun orang itu aku akan sangat berterimakasih, Tuhan! Gomawo!”. Dara pun menarik selimutnya dan mulai ingin tidur. Tapi masih terlihat di wajahnya senyuman bibir yang mengharapkan saat-saat yang dinantikannya “Saat aku sudah melihat nanti, aku ingin rasanya memeluk kwon-ji-young!”. Setelah berkata begitu ia langsung menutup matanya yang sudah tertutup.

Esok hari dimana Dara akan di operasi, ia masih berpikir siapa orang yang kira-kira sebaik itu mendonorkan matanya padanya. Lalu ia mulai membuka mulut manisnya itu “dok, siapa yang mendonorkan matanya untukku?” Tangan Dara mencoba mencari-cari dimana dokter berada. Dan akhirnya *hap* ia menggenggam pergelangan tangan dokter sehingga membuat dokter bingung untuk memulai menjawab. Dokter tersenyum lagi dan berkata “Ada, seseorang yang sangat baik”. Jawaban dokter tidak menjawab pertanyaan Dara, pikir Dara.

Beberapa jam kemudian, saat -saat perban di mata dara akan dibuka. Terdengar sepatu heels Bom dan sapaan dari suara-suara yang ia kenal. Suster pun datang dan mulai memegang perban yg akan dibuka. Lilitan pertama….. kedua…. ketiga…..

“HYA! BOM!” Dara langsung lompat dari kasurnya dan memeluk Bom sahabatnya. “Dara noona! Akhirnya….” kata Seungri dengan senyum lucunya. Mereka pun senang meliha kondisi Dara. Mereka bebincang sampai Dara sadar…”Loh! Mana Jiyoung?”. Bom juga heran. Terlihat raut wajah seungri menutupi sesuatu. “Seungri, dimana dia? Pemotretan?”. Seungri hanya terdiam, ia malah kabur
Dara dan Bom makin heran “anak itu aneh sekali” Kata Dara. “ah sudahlah, yang penting kau bisa melihat, nanti juga bertemu Jiyoung”.

Dari 1 bulan lalu Dara dan Bom mencari dan menghubungi Seungri dan Jiyoung, mereka seperti lenyap dari muka bumi. Di studio, mereka tidak muncul-muncul juga. Akhirnya, hari itu Dara mencoba pergi sendiri ke studio tanpa pemberitahuan Bom

Sampai disana Dara melihat foto jepretan Jiyoung yang bagus, foto-fotonya kebanyakan menunjukkan suatu tempat dimana banyak burung. Sepertinya ini tempat impian Jiyoung, pikir Dara. Lalu ia melihat sekeliling studio. Dan sampai di ruangan khusus, ruangan yang biasa dipakai duo itu bekerja. Dara mulai melihat ke arah jendela, terlihat jalan, ia teringat saat ia mengalami kecelakaan, beberapa langkah untuk bertemu Jiyoung. Di ruang kerja itu, Dara melihat kaca dan ia mulai melihat matanya yang berumur 1 bulan itu. Ia memegangi dengan tangannya disekitar matanya. Tiba-tiba matanya membelalak dan langsung keluar dr ruangan itu.

Ia kembali ke tempat foto-foto tadi, lalu mengambilnya dan melihat dibelakangnya ada suatu tempat. “Yah…. benar” katanya dengan penuh ambisi.

Karena ia kurang tahu tempatnya, ia berjalan sambil menanyai orang-orang tentang daerah itu, dan sesampai disana…. tempat itu sunyi hanya ada burung-burung berterbangan, namun ia melihat sosok disana yang sedang duduk dengan burung-burung disekelilingnya. Ia ingin menghampiri orang itu dan bertanya.

Saat ia mulai mendekat…mendekat…dan lebih dekat lagi, orang itu membawa tongkat entah apa dia sakit atau…. saat matanya mulai memandangi orang itu, mata Dara tebelalak dan melihat foto yang orang itu genggam daritadi, itu adalah fotonya, foto Dara. Dara memeluk orang itu dengan erat. Orang itu nampak heran “maaf, kau ini siapa? Memelukku tiba-tiba” Kata orang itu sambil menggerakkan kaleng berisi koin di tangannya, seperti ingin meminta uang dan Dra melirik itu. “Jiyoung-ssi! Ini aku, Dara”. Dara melihat mata orang itu berkaca-kaca ingin menangis dan Dara perhatikan lagi “Jiyoung-ssi, gomawo! Ternyata benar mata ini milikmu!”. Jiyoung langsung berkata “Dara noona! Saranghae!” Jiyoung hanya dapat mendengar desihan suara Dara. Jiyoung dapat mendengar dari nafas Dara, kalau ia sedang menangis. “Aku juga Jiyoung!” Lagi-lagi Dara memeluk erat Jiyoung seakan-akan tidak mau Jiyoung lenyap lagi seperdetikpun.

———-

Mian, kalo banyak typo readers…. mian juga kepanjangan ceritanya, kalau suka jangan sungkan bwt like sama komen yah….

Iklan

Love is Pain (Epilogue)

Cast: Seungri (BIGBANG) & CL (2NE1)

Genre: Romance

 

“Mmhhh…..ahhhhhhh” Aku mencoba menghirup udara segar di Seoul bersama orang yang spesial bagiku, Seungri.

Setelah pulang dari Hongkong aku akan belajar di perusahaan untuk meneruskan perusahaan appa, tidak seperti Minzy, Daesung, Seungri oppa, Taeyang oppa, Bom dan Dara eonni, serta Seunghyun oppa, yang menjalani kegiatan sehari-harinya di kampus. Kadang aku merasa bersyukur untuk itu, juga kadang tidak.

“Eoh CL-ssi! Pemandangan disini bagus juga yah” Seungri langsung merangkulku di atas bukit ini, bukit dekat rumah.

Aku memang baru memperkenalkan tempat ini kepadanya, tempatku dengan Minzy saat dulu masih sekolah. Kami sering mendengarkan musik dan makan bekal kami disini, begitu rindunya dengan sahabatku itu setelah sekian lama. Aku juga baru menyadari tempat ini, bagiku, tempat ini tempat orang-orang spesial bagi CL, yaitu aku. Jadi aku mengajak Seungri oppa. Yah anggap saja sebagai refreshing untuk tugas-tugas akhir Seungri oppa.

Sambil mendengar musik kami berdua melihat langit sambil tersenyum-senyum. Kalau aku, memikirkan kisah hidupku sejak bertemu Seungri oppa. Tapi entah apa yang Seungri oppa pikirkan.

“Chaerin sejak seminggu lalu kau datang kembali kesini semuanya sudah berubah” Kata Seungri kali ini memegang tanganku yang kutaruh di atas tanah bukit. “Sepertinya orang-orang yang kita anggap menyedihkan itu sudah mendapat jalannya masing-masing” Aku makin bingung dengan maksud Seungri oppa. Siapa orang menyedihkan itu.

“Maksudku, teman-teman kita” Dia menjelaskan itu setelah aku bertanya dalam hati, seakan-akan ia bisa membaca pikirankku. Ya, benar nampaknya mereka menemukan cinta sejatinya masing-masing…

Dara eonni dan Jiyoung oppa, saat aku di Hongkong, mereka sering berhubungan. Bahkan Jiyong oppaku berencana mengajaknya kencan saat nanti oppa pulang ke Seoul.

Kata Seungri, Bom eonni dan Seunghyun oppa sudah pacaran. Syukurlah, jadi dia juga tidak menganggu Seungri oppaku lagi. Dan kabar baiknya juga, Bom eonni merindukanku saat aku ke Hongkong. Tidak sangka juga!

Sahabatku, Minzy dan Daesung, memang sudah memiliki hubungan. Tapi baru kemarin aku mengatakkan itu pada Seungri oppa sehingga membuat ia terkejut. Ia berpikir, tidak menyangka 2 orang itu bisa begitu. Haha

Tapi, entah bagaimana Taeyang, aku juga masih mempunyai sedikit perasaan padanya. Dari ia melindungiku saat aku sakit hati, menjagaku, menghiburku. Aku rindu saat-saat itu. Tapi… aku sadar aku juga mencintai Seungri. Aku juga bingung harus pilih yang mana tapi entahlah… biarkan saja itu berjalansemestinya, perasaanku ini. Lagi pula sekarang aku harus mefokuskan diri pada perusahaan appa yang tak lama lagi aku kendalikan.

“Yah! CL! Memikirkan apa, daritadi senyum-senyum, beritahu aku!” Seungri nampaknya membaca pikiranku lagi. “Anni oppa, aku senang saja kita bisa bertemu denganmu lagi dan senang bisa duduk di sampingmu” Langsung setelah mengatakan itu, aku memberi ia senyumanku.

“CL…. Bolehkah aku memelukmu sekali…… saja!” Kata Seungri menunjukkan jari telunjuknya. Jujur saja aku kaget. Aku mau tapi aku gugup, jantungku langsung berdebar kencang. *Seet* OMO! S-Se-Seungri oppa langsung memelukku begini.

Aku hanya bisa berkata dalam hati… “Gomawo” Saat ini, saat kau memelukku, kau memberiku kehangatan. Aku meneteskan air mata. Entah kenapa pikiranku mundur kebalakang lagi. Seakan-akan mengingatkanku akan perjalanan cintaku dan memberiku pengajaran seperti….

Ya! Cinta itu buta, tulus, tidak peduli yang lain, yang hanya kita sadari adalah… kita mencintai orang itu. Saat mencintai seseorang pun kita tidak perlu meminta orang itu mencintai kita balik yang pasti… cinta kita memberikan cinta tanpa pamrih.

Cinta juga tidak butuh alasan, menurutku juga buat apa? Menurutku…. itu timbul dari hati seseorang. Sampai-sampai orang kita cintai, kita tidak lihat lagi, fisikya, sifatnya, derajatnya, dan masa lalunya. Yang penting saat ini kita benar-benar mencintainya. 

Cinta juga tidak bisa dipaksakan. Dan kita juga tidak berhak memaksa seseorang untuk mencintai kita sendiri atau seseorang. Rasa sakit… akan menghampiri orang yang dipaksa tersebut. 

Cinta tidak bisa dibohongi. Mulutmu boleh mengatakan “Aku tidak mencintainya lagi” Tapi saat kau merenung, menyadari isi hatimu, hatimu yang paling dalam, disana ada yang mengatakan “Aku mencintainya”. Jadi ikutilah kata hatimu, karena berbohong, akan membuatmu sakit dan menyesal.

Cinta menyenangkan apalagi saat kita berada bersama orang yang kita suka. Perasaan senang, gembira, bingung, gugup, malu-malu. Semuanya mungkin ada saat bersamanya, seseorang itu yang kau cintai.

Cinta… kadang membuat kaget, ia datang dengan sendirinya. Tapi dengan kita membukakan pintu untuk cinta yang bertamu tersebut, kita dapat merasakan apa yang ia katakan dan berikan, sesuai dengan apa yang kita suguhi padanya.

Tapi dibalik cinta yang putih itu, kadang ia menyakitkan. YA! CINTA ITU MENYAKITKAN. Bagi ia yang tidak tahan, bagi ia yang lemah. Tapi jika kau melaluinya, jika kau kuat dan berpegang teguh serta meyakini cintamu makau kau akan dapat cinta senjatimu. Ya… ibaratnya cinta itu pelangi…. pelangi sehabis hujan. Cinta itu muncul dari badai dan membuatmu bahagia.

Ternyata aku berpikir terlalu lama, pikiranku benar-benar melayang jauh. “Nan….” Tiba-tiba kudengar suara Seungri berkata sambil melepas pelukan kami. “Aku mecintaimu, CL… aku tahu walaupun kadang menyakitkanmu, membuatmu bahagia, membuatmu bingung. Mianheyeo! Kalau kadang aku membuatmu sakit hati. Tapi… Chaerin-ah!” Aku masih teridiam melihati mukanya yang manis itu. Lagi-lagi ia membaca pikiranku, aku rasa begitu.

“Mau kah kau jadi bagian cintaku? Yang terkadang tersakiti tapi aku akan janji akan membuatmu bahagia……selalu, mau kah?”. OMO! Aku kaget mendengar Seungri berkata itu. Aku harus bagaimana…eottokhe! tapi entah tiba-tiba mulutku memimpin duluan… “Ne!” Kulihat raut muka Seungri yang begitu bahagia. “Walaupun kadang itu sakit, aku juga akan membuatmu bahagia, bolehkah aku memelukmu?” Aku? Mulutku lagi-lagi hilang kendali.

Lagi-lagi kurasakan hangat tubuh Seungri. Dan tiba-tiba ia berbisik padaku, tepat disamping telingaku. “Gomawo…. Chaggiya!”

-End-

Nah gimana epilognya, ahirnya Love is pain abis juga. Oh ya mian kalo disini gak ada gambarnya.. hehe gapapakan? Jangan lupa juga like / komen yah ^^

Saran: Sambil baca sambil dengerin lagu Daesung sunny hill atau love, biar bacanya mendalami (?)

Love Is Pain (Finale)

Image

Cast :

  • 2NE1 member (All)
  • Taeyang(BIGBANG)
  • Seungri (BIGBANG)
  • JiYoung (BIGBANG)
  • Seunghyun (BIGBANG)

Genre : Romance

Saat ia buka pintu lalu melihat 2 orang itu, ia menjatuhkan bukunya dengan ekspresi muka yang seperti melihat hantu.

“O-o-opp-opppa…..!!”

Part 3…

CL POV

Itu kan…. eh tapi mengapa mereka saling kenal? Bentar! Sepertinya ada yang mengganjal di pandanganku terhadap mereka. ASTAGA! Bom unni menggandeng Seungri oppa? Sebenarnya mereka ada hubungan apa? Ini… tidak bisa dipercaya. Mana mungkin Seungri kenal dengan Bom.

“Oh CL-ssi! Ini aku Seungri, masih ingat kan?”. Aigoo… mana mungkin aku melupakan orang yang kutunggu-tunggu selama ini, tapi kenapa aku bingung harus menjawab apa. Mataku bukannya melihat Seungri oppa malah pada tangan Bom yang sedang mengandeng Seungri. “Kau tidak ingat?”. Aku ingat oppa, aku ingat!! Kenapa kau terus bertanya, aku bukannya tidak ingin jawab tapi entah kenapa aku senang dan cemburu saat ini. OMG! Eottokhee! Eottokheeee……. Nah aku tahu sekarang harus berbuat apa.

“Hya CL-ssi jangan kabur” Aku mendengar suara Seungri memanggilku. Sekarang aku berdiri di depan perpustakaan, ya di balik tembok perpustakaan untuk menghindari mereka, menghindari pemandangan sialan itu. Omo! ku pegang pipiku ternyata ku sudah menangis. Kucoba untuk tidak menunduk, ternyata ada sepatu seorang lelaki, ternyata dia…

Seungri POV

“HYA lepaskan! Kau bilang ingin mengajakku menemui CL, kau lihat hasilnya! Dia kabur karena gadis aneh sepertimu!” Biar saja aku memaki seniorku, memang dia aneh, perempuan aneh. Masa hanya mengajakku tour di kampus ini pakai pegangan tangan? F.R.E.A.K. Aku tahu CL pasti kaget melihat ini.

Hari ini aku sengaja kesini dari liburanku di Jepang untuk bertemu CL dan mendaftar menjadi murid baru disini. Kepala sekolah bilang kalau aku perlu melihat keadaan kampus ini bersama keponakannya, yah si wanita sialan ini, Park Bom. “Apa? APAAAA? Jadi kau menyalahkanku, itu hal biasa Seungri-ssi! Lagian urusanmu mau bertemu dengan gadis cengeng itu bukan masalahku kan? Sudah cukup kelilingnya ya, aku ingin ke kantin”. Heh! Sialan wanita ini, pergi saja, kalau perlu tidak usah melihatku lagi. Nah kan! Aku jadi lupa harus menyusul CL.

Author POV

Seungri langsung lari keluar untuk mencari CL. Dan ternyata ia mendapati CL sedang berdiri dengan seorang pria yang tidak ia kenal. Lelaki itu memegang pipi CL seperti mengusapkan sesuatu. Seungri merasa sesuatu yang tidak enak dalam dirinya. “Kenapa aku harus melihat CL seperti ini……  Mengapa juga aku harus….. Aigoo! Aku ini kenapa?” Seungri berbicara pada diri sendiri, merasa ada yang salah dalam dirinya. “Ya! CL…CL”. Seungri memanggil dan saat itu juga lelaki itu pergi menjauhi CL.

Seungri berlari ke CL. “CL! Aigoo kenapa kau lari tadi, kau kaget yah aku disini?”  “Oh? Annio oppa, aku sudah tahu kau kesini. Kok kau bisa berpegangan tangan dengan seniorku, Bom unni?”  “Eoh? anni! Itu dia mengajakku untuk keliling kampus ini, memangnya mengapa?”  “Hm? anni, keliling kampus kan bisa bersamaku?”  “Oh, sebenarnya aku akan belajar disini, Chaerin-ah”  “Wah? daebakk”  “Kau ingin makan? Aku lapar, sekarang aku sudah tahu dimana kantinnya, kajja!” Kata Seungri pamer dan menggandeng tangan CL ke kantin.

CL POV

Mengapa kau tidak tahu aku menyukaimu, bukankah aku sudah…. benar! Aku belum menyatakannya. Bodohnya aku, aku cemburu oppa….cemburu! Kau tidak tahu kalau sekarang dan nanti aku menjadi seorang pencemburu untuk mengejar dirimu. Oppa! coba saja kalau kau tahu, nanti aku janji aku akan memberitahumu. Tapi aku senang bisa bertemu denganmu, aku juga senang kalau aku pernah melihat, mengenal, berbicara, memegang, bahkan yang paling aku senang, aku bisa mencintaimu. Oppa, sekarang aku mencintaimu bukan menyukaimu lagi.

“CL, kenapa tidak dimakan? Daritadi baca buku saja, mana halamannya itu melulu daritadi” Seungri mengagetkanku dan menyadarkanku dari lamunanku. “Ah anni, ini tugas jadi aku harus memahaminya”  “Buku itu tugas? Aku baru tahu kalau disini ada tugas tentang meneliti novel percintaan” Hah? percintaan? novel? Saat kulihat… Astaga aku salah bawa buku! Kenapa jadi buku novel? Aku malu. Ah sudah makan saja.

“Oh CL? Kalau pria tadi siapa?” Akhirnya Seungri bertanya padaku. “Itu Taeyang teman sekelasku. Kenapa?”  “Oh… Tadi kok dia megang-megang pipimu?” Bagaimana dia tahu? Dia mengikuti sebelum dia memanggilku tadi, jawab apa ya? *Kring….Kringg…* Wah bel menyelamatkanku! “Maaf oppa, aku ke kelas dulu, nanti bertemu lagi pulang sekolah yah”…… *Hening*……..

Hening…

Dan masih h-hhe….”CL!” (Ternyata engga-__-)  Astaga dia memanggilku! “Mwo?”  “Aku pulang dulu yah” Aku membalikkan badan, pulang? “Ah anni CL-ssi aku tunggu di parkiran yah”  “Annyeong” Maafkan aku Seungri oppa harus memegang tanganmu hehe ^^

Seungri POV

Astaga dia memegang tanganku sebelum dia masuk kelas, maksudnya apa? Jantungku berdebar amat kencang lebih baik aku cepat lari ke parkiran.

CL…. coba saja kau bisa kujadikan teman curhat, entah apa yang membuatku merasa suka denganmu sebenarnya tanda-tanda ini ada saat akhir-akhir kelas 3 SMA. Dari aku mengedipkan mata padamu…saat aku menggendongmu dan membocengmu waktu kau pingsan…saat aku berbicara bersamamu…saat kita jalan bersama dan makan daging…saat aku melihatimu di kelas…saat kita makan dikantin. Coba saja kalau kau sudah sadar tanda-tanda itu, kita takkan terpisah lagi sekarang, walau dalam beda tempat tapi satu hati.

*Di kelas

“Oppa! kenapa tadi tidak ada di perpustakaan, katamu aku suruh kesana!” Taeyang bukannya menjawab malah mengacak-ngacak rambut CL. “Sorry. Tadi di panggil sama dosen, sorry yah Chaerin tidak bilang dulu”  “HYA! Jangan mengacak-acak rambutku dong Taeyang-ssi!!!!”  “HAHAHA calm down, jangan marah yah!” Nada Taeyang membuat CL kasihan. “Ne! Arra..arra aku tahu kau selalu begitu. Tugas bagaimana?”  “Hmm…. kata teman-teman disini tidak jadi” CL makin bingung dengan tingkah Taeyang, dari cara jawabnya dan gaya jawabnya. “Oppa aku ke parkiran dulu yah…” “Eh CL!” Taeyang memegang tangan CL. CL kaget, ia hanya melihat tangannya yang dipegang Taeyang . “Kau ingin bertemu dengan Seungri yah?”  “Ne! Memangnya kenapa?”  “Pasti kau senang ada dia kan? Mana dia juga akan sekolah disini, titipkan salamku ke dia yah”  “Oh hmm…Arraseo!”

*Di parkiran

“Oppa maaf menunggu lama” CL berlari menghampiri Seungri. “Iya, kenapa lama?”  “Oh… ada urusan bentar. Oh iyah! Ada salam dari Taeyang oppa”  “Memangnya dia mengenalku ya?”  “Ya jangan gitu juga, dia seperti teman curhatku, aku suka bercerita tentangmu padanya”  “Hmm… lebih baik kita pergi makan saja yuk!”  “Oppa cemburu yah aku bercerita seperti itu” Dengan tertawa meledek CL berkata seperti itu. “Tentu saja, kkaja kita makan aku lapar” Seungri langsung merangkul CL, membuat CL salah tingkah.

“Oppa, kita naik apa kesana?”  “Naik bus saja, tadi aku juga kesini naik itu, habis…. motorku dipakai saudaraku saatku di Jepang sampai sekarang belum dikembalikan”  “Kok malah curhat? Naek mobilku saja”  “Mwo? Mobil?? Car? dari?”  “Ah sudahlah katanya lapar.” Sekaran giliran CL yang menggandeng Seungri untuk pergi ke mobil CL.

*Di jalan

“Kau dapat ini darimana? Hebat!” Seungri kagum dengan mobil CL. “Appa membelikannya padaku”. Suasana di mobil hening, yang terdengar hanyalah suara mobil yang dilewati oleh CL. Saat CL menyetir Seungri hanya melihatinya dengan senyum manisnya itu. “Oppa kita mau makan dimana?” Keheningan itu pecah dengan suara CL. Seungri bukannya menjawab malah masih melihatinya. CL memang cantik ditambah lagi gayanya yang sekarang  keren, pertama kalinya ia melihat CL mengendarai mobil memakai kaca mata hitam, seperti Seungri tidak dapat berpaling melihati CL. “Oppa!!!” Teriakkan CL Membuat Seungri gugup dan menjawab… “Hmm….. Aku juga bingung”  “Tempat ahjumma langganan oppa bagaimana?”  “Hmm… boleh”

*Di sekolah

Taeyang diajak Dara untuk bertemu Bom. “Untuk apa? Sudah cukup untuk yang tadi!”  “Tapi Taeyang… ini soal tadi penting!”  “HYA! Dara, Itu penting? Hal sebusuk itu penting? Kenapa juga kau harus berteman dengan si Bom sialan itu, hah?”. “Sialan? Tapi aku tidak sesialan perempuan itu Taeyang-ssi” Tiba-tiba ada suara perempuan di depan pintu. Perempuan itu menghampiri Taeyang “Ini penting Taeyang, bukan busuk! Oh iya aku ingin berterimakasih dengan aktingmu tadi, rencanaku berhasil sih walaupun tidak sebagus yang kukira” Kata Bom menggoda Taeyang. “Aku tidak akan membantumu lagi yah! Ini juga terakhir kita bertemu” Taeyang membantah dan membuat Bom makin marah. “Ingat aku melakukan ini karena aku takut kau direbut wanita itu, CL!” Bom menggebrak meja. “Ingat juga yah, kita ini mantan, sudah tidak ada hubungannya lagi, lagian apa urusanmu kalau aku menyukai Chaerin hah? Bahkan dia lebih baik darimu!”  “DENGAR TAEYANG! Kau juga menjauhiku karena wanita itu kan? Aku benci denganmu!” Taeyang menggebrak meja membuat Dara kaget. “Kau !! Ingat yah kita sudah putus sebelum dia datang, kau tidak perlu berurusan denganku, aku juga sebaliknya”  “Kenapa kau marah sekali denganku?” Dengan beraninya Bom memeluk Taeyang dari belakang. “Kalau kau tidak mau membantuku lagi seperti di perpustakaan tadi, Chaerin akan sakit hati selama bersekolah disini” Bom berbisik jelas di kuping Taeyang, sampai-sampai membuatnya terngiang.

“Bom sudahlah kita harusnya jangan terlalu berlebihan” Dara mencoba menyelamatkan Taeyang dari sahabatnya itu. “Dara sayang, kukira kau bisa diam sejenak” Bom tersenyum jahat pada sahabatnya, Dara semakin muak dengan akting-aktingan Bom ini. “Coba kau bayangkan, kalau kau ikut dengan rencanaku, rencanaku yang membuat CL sakit hati dengan Seungri. Kau bisa merebut hatinya CL kan? Setelah rencanaku yang membuat CL sakit hati dengan Seungri, CL akan bersamamu terus dan menganggapmu sebagai teman satu-satunya, setelah ia rasa Seungri mengkhianatinya. Nah disaat itu kau dekati dia….kau pengaruhi dia untuk dia menyukaimu…..yah….bisa dibilang ‘mungkin’….”  “Mungkin apa?” Taeyang memotong “Kau bisa jadi namjachingunya, arraseo?” Kata Bom dengan angkuh sambil membersihkan kotoran di kuku-kukunya. “Kutunggu besok pagi-pagi sebelum masuk kelas di ruangan ini, Bye Taeyang!”. Bom menutup pintu dan membiarkan Taeyang di dalam bersama Dara.

“Taeyang, rencananya memang busuk, sebenarnya aku juga tidak setuju” Kata Dara seakan-akan mengkhianati sahabatnya. Taeyang hanya diam dan tidak menjawab. “Tapi kau bisa lihat sisi positifnya kan? Jujur, aku ada di pihakmu, CL, tapi tidak untuk Seungri”  “Kenapa?”  Taeyang langsung melihat Dara dengan serius. “Karena aku belum tahu Seungri itu yang mana, kalau aku tahu dan mulai mengenalnya mungkin aku dipihaknya”  “Astaga, Dara noona, kau ini benar-benar! Aku keluar dulu yah” Taeyang mengambil tasnya lalu keluar. “HYA! Taeyang, kau tidak menungguku! Menyebalkan!” Dara juga langsung menyusul Taeyang.

Dalam hati Taeyang berkata…“Tapi benar juga sih, kalau CL sakit hati dengan Seungri. Dia bisa jadi milikku karena aku yang selalu melindunginya dari gadis busuk sialan itu dan juga….Seungri! Yah aku ikut dalam rencana itu saja, cinta harus diperjuangkan kan?”

*Di restoran*

“Aigoo nampaknya ada pelanggan baru hah?” Kata ahjumma itu meledek Seungri yang baru datang dari Jepang. “Hya! ahjumma, aku kangen sekali dengan tempat ini” Kata Seungri. “CL, kau tidak membawa saingan Seungri?” Ahjumma itu mengedipkan mata pada CL. “Aigoo… ahjumma ini, saingan apa, itu teman!” CL tidak enak kalau Seungri tahu. “Siapa?” Seungri bertanya pada ahjumma maksud mereka. “Itu teman kuliahnya, siapa yah namanya…Taeyang!” CL langsung menunduk mendengar ahjumma itu menyebut nama lelaki itu. “Pesan seperti biasa kan?” Kata ahjumma seperti biasa, cerewet.

Mereka pun duduk di tempat biasa. “Kau mengajak Taeyang kesini?” Seungri mulai menunjukkan aura tidak enaknya. “Iya, memang kenapa?”  “CL!”  “Oppa, seperti ada sesuatu tidak enak dengan Taeyang” Kata CL membantah Seungri. *Seungri, dalam hati* “Aku lupa, aku belum mengatakan sebenarnya tentang perasaanku, apa boleh buat, CL boleh-boleh saja berkata seperti itu kepadaku”. “CL! K-kau mau tidak jadi yeoj-ja….”  “Makanan sudah datang! Silahkan menikmati” Ahjumma mengacaukan perkataan Seungri pada CL. “Gomawo ahjumma! Enak yah nampaknya, oppa? Kenapa bengong cepat makan, katanya lapar” Senyuman CL membuat Seungri tidak terlalu kesal lagi.

*Di jalan

“Aku saja yang menyetir yah” Kata Seungri menarik tangan CL lalu mengambil kunci mobil dari tangannya. “HAH? Rumah oppa kan jauh, lebih baik aku yang menyetir saja, agar aku bisa menghantarmu pulang”  “Ah kata siapa? Eommaku bilang aku akan tinggal di kos-kosanku mulai hari ini, soalnya besok sudah mulai kuliah”  “Mwo? Jinjja? Kos-kosan dimana?”  “Dekat rumahmu kata Eommaku, sengaja ia beri tempat disitu”  “Jinjja?”  “Kkaja nanti appamu mencarimu, aku yang nyetir yah” Seungri langsung memencet tombol kunci mobil. Entah kenapa CL hari ini benar-benar senang. Ia merasa seterusnya akan lebih senang karena ada Seungri di sampingnya.

*Di sekolah

“Hya CL! Tadi kok kau datang dengan Seungri?” Taeyang sudah menanyakan hal itu pagi-pagi, bukannya menyapa CL. “Oh, dia tinggal dekat rumahku, oppa! Kau tahu kan dia akan kuliah disini!”  “Yah aku tahu” Muka Taeyang langsung lesu. “Hya jangan cemburu seperti itu, kau tidak mau apa aku senang?” CL menggoda Taeyang. Taeyang hanya memberikan senyuman.

*Di kantin

Saat CL mengambil makanan ia dihampiri oleh Seunghyun, lagi dan lagi. “Kau begitu ceria hari ini, kalau kulihat, ada apa?”  “Oh Seunghyun oppa! Ah… kau tahu kan anak baru Seungri”  “Ne! oh… arra..arra! Kau menyukainya yah?”  “Yah… dia itu teman SMA-ku dulu hehe, aku kesana dulu yah oppa”

Saat CL berbicara dengan Seunghyun dari jauh Bom melihatnya. “Sialan! Taeyang kau rebut sekarang Seunghyun oppa juga? Maunya apa kau ini? Huh” Bom mencari-cari Dara tapi tidak ada. Malah yang ia lihat si Seungri, ia tahu harus berbuat apa. Ia melirik CL masih mengambil makanan. Tepat sekali.

“Seungri-ssi!” Bom langsung duduk disebelah Seungri. “Aigoo kau lagi, mau apa? Jangan duduk disini. Ini tempat Chaerin-ku!” Kata Seungri sambil menyikut Bom. Bom tidak peduli, matanya tertuju pada CL, yap! CL sedang berjalan ke arah mejanya dan saatnya akting. “Kau diam yah!” Kata Bom mengancam, lalu ia merangkul Seungri. “HYA! Kau ini apa-apaan sih?”

Dari jauh CL hanya bengong melihat mereka berdua. “Lagi-lagi dia! Dengan beraninya duduk disebelah Seungri oppa dan sekarang merangkulnya!!” CL melihat mereka berdua seperti bercanda-canda dan dengan kaget CL melihat….”Astaga! Berani-beraninya Bom memegang pipi Seungri, b**ch memang!!!” Tiba-tiba tangan CL seperti ditarik seseorang untuk menjauhi pemandangan itu. “Aigoo! Taeyang oppa!”  “Sudah ikut aku, aku tahu kau tidak suka dengan pemandangan alam tadi” Mereka pun duduk di meja lainnya yang jauh dari Bom dan Seungri. “CL! Kenapa mengangis…pasti!”  “Anni oppa anni!” Lagi-lagi Taeyang menghapus air matanya dengan tangannya. CL berhenti menangis dan menatap Taeyang.

CL POV

Astaga tangannya…. Entah kenapa dia selalu ada saat aku sedih begini. Coba saja kalau Seungri begini kepadaku. Taeyang oppa selalu ada disisiku sebagai pengganti Seungri. Sedangkan Seungri, aku tahu dari dulu ia suka menggoda wanita cantik, tapi kan aku menyukainya. ADUH CL KAU MEMIKIRKAN APA. “CL, bel 15 menit lagi, kau kan makan lama cepat habiskan nanti kena maag lagi” Oh astaga bahkan Taeyang tahu kebiasaanku dan penyakitku selama ini, seperti appaku saja padahal baru kenal beberapa bulan. Seungri oppa tahu kebiasaanku seperti Taeyang  tidak yah?  Apa aku harus mencoba berpaling dari Seungri dan menyadari ada Taeyang disisiku?

Author POV

Sekarang, sudah beberapa bulan CL tidak terlalu dekat Seungri, saat di kantin ia hanya duduk bersama Seunghyun atau Taeyang atau bahkan CL suka dikerumuni oleh teman sekelasnya yang lain. Kalau bertemu, CL dan Seungri hanya tersenyum, karena CL tahu Seungri sudah begitu dekat dengan Bom makanya ia harus jaga jarak karena CL tidak suka dengan Bom. Pastinya ia selalu sakit hati, bahkan ia dendam dengan Bom. Cintanya… begitu menyakitkan.

Dari beberapa bulan ini ada 2 kejadian lagi yang membuat CL patah hati dan menangis. Saat itu Bom dan Seungri sedang bercanda lalu CL tidak sengaja melihatnya. Lalu saat Seungri jalan pulang bersama dengan Bom, CL benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Tapi yang pasti, Taeyang ada sisinya. Saat itu Taeyang selalu mengikuti rencana Bom untuk menghibur CL. Taeyang merasa itu berhasil juga, lumayan.

Saat kejadian Seungri becanda dengan Bom, Taeyang memanggil CL agar CL tidak terlalu melihatnya. Baiknya, saat itu CL merespon panggilan Taeyang dengan senyuman dan berlari memeluk Taeyang. Saat kejadian Seungri pulang dengan Bom, Taeyang mengajak CL jalan agar CL senang. Nyatanya, CL benar-benar senang, sampai-sampai CL tertawa terbahak-bahak tanpa henti dengan kejadian lucu dari Taeyang.

Tapi entah bagaimana cerita tentang CL yang mencintai Seungri dan entah bagaimana cerita tentang janji CL dan Seungri yang saling mencintai. Sepertinya CL sedikit-sedikit melupakan kenangan tentang Seungri dari SMA sampai kuliah. CL merasa Seungri menyukai Bom, tapi sebenarnya tidak. Seungri juga tidak menyadari kalau ia dipengaruhi Bom untuk menjadikannya lebih hancur lagi. Tapi Seungri tidak merasa sebal lagi dengan Bom, ia tidak menganggap Bom sebagai pacarnya atau lainnya melainkan hanya teman. Dan sebenarnya juga Seungri heran dengan tingkah CL yang tidak mau menyapa, berbicara, bahkan menjauhinya.

*Di kantin

Hari ini CL duduk dengan Seunghyun. Mereka berbincang-bincang soal kampus sampai-sampai orang yang dia suka. “Oppa kelihatannya pendiam sekali di kampus ini” Kata CL sambil mengunyah roti isinya. Tiba-tiba datang Taeyang ikut meriung duduk di sebelah CL. “Haha benarkah? Aku tidak merasa!” Kata Seunghyun malu. “Itu termasuk dari tingkah Bingu Seunghyun” Taeyang meledek dan semua tertawa. “Oppa kalau di kampus ini suka siapa?” Kata CL dengan nyolotnya. “Hm… sebenarnya sih dengan Bom, dia cantik dan punya suara bagus, aku pernah dengar dia nyanyi, cuman saja aku tidak suka sifatnya”   “Kok bisa? Orang sekalem oppa menyukai dia. Tapi kenapa tidak suka sifatnya? Lalu kenapa suka kalau tidak suka sifatnya?” Kata CL heran. “Yah mau bagaimana lagi? Namanya cinta kan tidak bisa di bohongin CL, kalau cinta yah cuman tertuju pada hatinya, udah tidak peduli dengan lain-lainnya, yang penting perasaan kita dengan orang itu juga” Seunghyun oppa menyadari CL akan cintanya pada Seungri. CL melihat kebelakang, ia mencari tempat duduk Seungri. Oh… ternyata duduk bersama Dara dan Bom. Ia memikirkan perasaan Seungri kepada dirinya, apakah sama? “Chaerin! cepat makan!” Taeyang memegang pipi CL agar CL melihatnya, tidak melihat Seungri lagi. “Oh Ne oppa!”. Seunghyun yang melihat tingkah mereka berdua tersenyum “Kalian berdua…. ada yang aneh”  “Mwo hyung? aneh? aku dan CL? Aneh apanya?” “Ah anni, aku ke kelas dulu yah, annyeong CL, Taeyang” Taeyang dan CL hanya heran melihat tingkah Seunghyun.

Tiba-tiba…. *Drrtt..Drrtt..*

“Yeobboseo?” CL menutup mulutnya agar tidak terlalu keras suaranya. “Mwo? Jiyong oppa kesini? nanti akan menjemputku?” CL memandang Taeyang dengan kaget “Ada apa?” Kata Taeyang berbisik. “Oh Ne! Arraseo appa, annyeong!” CL menutup telepon. “Siapa lagi yang kesini?” Kata Taeyang. “Ini oppaku yang di Hongkong katanya akan kesini menjemputku. “Yah.. padahal aku ingin mengajakmu pergi, kenalkan aku dengan oppamu yah!” CL heran mendengarnya, hanya tersenyum.

*Di parkiran

“Mana oppamu?” Kata Taeyang tidak sabar berkenalan. “Tidak tahu…..mm……oh itu dia! Oppa!” CL melambai-lambaikan tangannya. Begitu juga orang itu. Mereka menghampiri orang itu. “CL kau sudah tumbuh besar yah” Kata oppa CL yang namanya Jiyoung itu. “Aigoo oppa juga, kenalkan ini Taeyang temanku?” Taeyang dan Jiyoung bersalaman “Teman? apa Pacar?” Kata Jiyoung meledek. “Oppa! Cepat langsung pulang saja!!!” Kata CL menarik tangan oppanya. “Taeyang-ssi!”. Tiga orang itu terdiam melihat seorang wanita yang berlari ke arah mereka. “Taeyang aku ingin bicara dengamu” Kata Dara dengan nafas terengah-engah. “Ada apa? Aku ada urusan” Kata Taeyang seakan-akan menolak. “Ini penting Taeyang!”. Dara melirik CL dengan seorang pria yang menurut Dara…lumayan juga “Itu siapa?” Kata Dara berbisik kepada Taeyang. “Oh ini Jiyoung, oppanya CL. Jiyoung ini temanku juga”. Dara senyum-senyum daritadi melihat orang itu. “Annyeong, Dara imnida!” Kata Dara dengan manisnya. “Aigoo kau manis sekali yah, Nan Jiyoung!” Kata oppanya CL. CL hanya tertawa melihat oppanya melihati Dara terus. Seperti orang yang suka pada pandangan pertama.

*Di jalan

“CL! Wanita yang tadi temanmu?”   “Iya, dia seniorku, kenapa oppa suka?” CL meledek. “Yah sepertinya!” Kata Jiyoung dengan datarnya. Jiyoung ini orangnya cuek, ia akan berkata apa semaunya tanpa memedulikan apa kata orang, asal perkataannya tidak menyakiti lawan bicaranya. “Woaa~ Oppa! Dia manis, cantik, baik lagi, yah lumayan untuk merubah sikap oppa selama ini” CL lagi-lagi menggoda oppanya. “Kau mau aku turunkan disini saja? Apa itu..itu di depan tong sampah huh?”  “HYA OPPA adanya aku yang menurunkanmu, aku kan sedang menyetir!”

*Di sekolah

Dara dan Taeyang memasukki ruangan kosong untung berbicara sesuatu. “Taeyang, seperti CL sangat sakit hati”   “Aku rasa tidak lagi, aku rasa rencananya Bom itu manjur”   “Jadi selama ini kau mengikuti rencananya?”  “Iya, kok? Kau nanya seperti itu, kau kan sudah tahu”   “Tidak, aku dan Bom sudah tidak terlalu dekat lagi, gara-gara aku tidak setuju dengan rencana kalian”  “Kok bisa? Tapi baguslah jadi kau tidak dipengaruhi lagi”  “Iya tapi jadi kau yang terpengaruh oleh Bom!”   “Aku? Tidak, aku melakukan karena aku harus memperjuangkan cintaku pada CL, ini caraku Dara!”   “Tapi kau tahu, kalau kau mencintai dia kau harus melihat dia bahagia, jujur saja aku memperhatikan CL dan Seungri saat istirahat”   “Ya..ya..ya! Kau melihatnya kalau CL kadang-kadang melihat Seungri, kan?”  “Dan Seungri kadang-kadang juga melihat CL, sebenarnya Seungri tidak suka Bom, dia juga hanya menganggap Bom teman, tolong beritahu soal ini pada CL, kalau kau ingin CL bahagia” Dara memohon amat sangat kepada Taeyang.

Dara orangnya peduli, ia tahu bagaimana yang orang rasakan, contohnya CL dan Seungri. Masalah dengan Bom, sebenarnya masih jalan bersama Bom karena ia tidak mau anak-anak kampus tahu kalau mereka sedang ada masalah. Reputasinya bisa hancur sebagai primadona, begitu juga dengan Bom. “Heh! Cari orang lain saja untuk memberitahu!” Taeyang langsung pergi dan meninggalkan Dara sendirian, tapi di depang pintu Taeyang… “Oh iya, dari matamu tadi nampaknya kau menyukai Jiyoung” Taeyang melanjutkan langkahnya keluar. “HYA! Itu bukan urusanmu!” Dara berteriak. “Tapi mungkin juga kau benar!”

*Di rumah CL

“Annyeong appa” CL melepas sepatunya sambil menyapa appanya. “Kalian pasti main dulu yah, nih appa bikinkan coklat hangat kesukaan Jiyoung” Jiyoung langsung lari ke meja makan. “Astaga anak itu dari dulu sama saja” Kata CL melihat tingkah oppanya. “CL! Tadi Minzy telepon ke rumah katanya kau tidak membalas smsnya” Kata appa CL. CL mengecek teleponnya..BENAR! ada 22 pesan dari Minzy ia lihat satu-satu isinya hanya “CL! Aku tunggu kau di Mall seperti biasa”. “Oh appa! Aku harus menyusul Minzy” CL langsung memasang kembali sepatunya. “Astaga enak sekali, pergi lagi diizinkan” Jiyoung iri. “Ya tidak apa, dari pada aku harus mengizinkanmu, kau ini suka maen sampai malam” Kata appanya meledek Jiyoung.

*Mall

“Minzy! Mianheyo!! Aku tidak mendengar ada SMS abis teleponku di-silent”  “Oh tidak apa aku juga baru datang 6 menit yang lalu”  “Wah tumben kau tidak marah” CL meledek Minzy. Biasanya kalau CL telat Minzy suka kesal.

Mereka duduk di cafe langganan mereka di Seoul. Seperti halnya anak perempuan, pasti membicarakan tentang lelaki atau hal yang menunjukkan dunianya sendiri. “Kau dengan Daesung bagaimana?” CL penasaran keadaan mereka berdua. “Aku? Kita sering keluar bareng seperti halnya kau dengan Seungri dulu.”   “Minzy! Kau berpacaran dengannya?”  “Yah semacam itu, kalau kau dengan Seungri bagaimana?”  “Yah begitu tambah buruk, apalagi dengan wanita bersama Bom”. Berjam-jam mereka disana untuk mendengarkan cerita dari CL. Sampai saatnya mereka pulang.

“Minzy, kau harus tetap jaga kesehatanmu yah, sudah lama tidak bertemu aku kangen sekali denganmu, aku seperti sendirian” Kata CL sambil memeluk sahabatnya itu. “Ahaha! CL aku juga, kan kau cerita tadi ada Taeyang oppa yang selalu ada saat kau sedih, katamu kau merasa tidak kesepian kalau ada dia, Chaerin”  “Iya Minzy, Gomawo!”  “Jaga kesehatanmu juga yah, nanti bertemu lagi kalau kita liburan”. Akhirnya mereka terpaksa berpisah karena waktu tidak mengizinkan.

 *Esok pagi

“Appa, oppa! CL berangkat dulu!” CL bergegas memakai sepatu. “CL! CL! Sebentar appa ingin mengajakmu bicara sebentar, kemari!” Appanya membuat CL mendebarkan jantungnya. Seperti ada hal yang serius. “Begini, jadi appa menyuruh oppamu kesini untuk menjemputmu” CL melirik Jiyoung yang duduk di depannya. “Jadi appa ingin lusa, kau berangkat ke Hongkong untuk melanjutkan kuliahmu, hanya 1 tahun 3 bulan Chaerin” Appanya memberi CL muka penuh harapan. Nampaknya appanya ingin CL berkuliah disana untuk kebaikan CL juga. Dengan yakinnya CL menjawab “Baiklah, lalu appa di rumah dengan siapa?”   “Appa kan sudah biasa di rumah sendiri. Maaf CL, appa hanya ingin kau menjadi orang yang sukses saat kembali kesini dan melanjutkan bisnis appa”. Tuh kan benar, itu maksudnya, untuk masa depan CL. “Kan ada Jiyoung oppa?”. CL heran. “Jiyoung kan akan membuat bisnis sendiri, membuka cabang perusahaan appa di Hongkong, jadi kau mengurus yang di Korea seterusnya yah.”   CL heran dengan pemikiran appanya yang sejauh itu. “Oh iya Chaerin! Besok kita ke eomma untuk ijin pergi yah” Kata Jiyoung sambil beranjak meninggalkan ruangan.

*Di sekolah

“Oh iya, aku tidak memikirkan kabar Taeyang kalau aku di akan meninggalkan dia, Seungri juga bagaimana? Seunghyun? Dara? Oh iya Seungri! untung aku membawa barang itu terus!” Kata CL dalam hati sambil melanjutkan novel yang ia baca. “Hey CL! Mukamu murung gitu?” Taeyang tiba-tiba duduk disamping CL. “Oppa! Lusa aku akan ke Hongkong!”. CL memandang Taeyang hampir menangis. “Kenapa secepat itu? Terus aku bagaimana?” Kata Taeyang takut ditinggal CL. “Oppa! Aku juga tidak harus berbuat apa, yang pasti aku akan kangen dengan kalian, hari ini terakhir kita bertemu oppa!” CL tiba-tiba memeluk Taeyang di tengah keramaian kelas.

Seungri POV

DEG! Entah aku ini kenapa? Jantungku seakan-akan merasa ingin copot melihat apa yang aku lihat (?). CL, dia tidak mungkin seperti itu. Pasti kalau bukan karena sedih atau karena aku…. yang selalu menyakiti hatinya. Aku melihat mata CL yang berkaca-kaca saat memeluk Taeyang, sepertinya ada sesuatu yang CL sembunyikan dariku.

Selama ini gara-gara Bom, mau bagaimana lagi? Ini demi CL selamat, supaya CL tidak sakit hati lagi oleh Bom. Charin-ahh! Aku mencintaimu…Aku merindukanmu…. Kau tidak tahu yah kalau aku juga sering mengawasimu saatku tak bersama lagi dengan Bom. CL…. Ini tidak akan lama sampai dendam Bom padamu hilang, SEBENTAR LAGI! Maaf aku tidak bisa mendekatimu bahkan membelamu. Aku baru tahu akhir-akhir ini mengapa Bom seperti itu. “Seungri!!!” Nampaknya ada yang memanggilku. Ahh… ternyata si Bom lagi. Sepertinya dia mengajakku ke kantin, buat apa pagi-pagi ke kantin kan masih sepi…

Tiba-tiba Bom berhenti di depanku… “Seungri! Aku menyukaimu!” Apa? Dasar wanita ini! “HYA! Aku tidak menyukaimu!” Aku bilang saja begitu. “TAPI AKU MENYUKAIMU TIDAK MENYADARI ITU APA??” Astaga teriakkannya, kalau CL mendengar bagaimana ini. “Kau kan suka dengan Seunghyun kenapa jadi aku? Mungkin kau salah orang! Aku ini Lee Seung Hyun bukan Choi Seung Hyun!”. Aku melihat sekeliling belum ada orang tapi ada sebuah bayangan orang….. OMO! itu Seunghyun hyung! “HYA HYA! Kau kemari!” Aku memanggil dia dengan bisikan tapi kurasa Bom tidak mendengarnya. Seunghyun menyamperiku “Ada apa hah? Mau pamer, aku sudah tahu semuanya” Dia langsung salah sangka, astaga. “Seungri kenapa kau tidak menjawab!” Aduh jangan sampai Bom membalikkan badan dulu. “Sudah kau menggantikan posisiku disini CEPAT hyung! Aku tahu kau iri dan aku tahu kau menyukai gadis ini” Kataku berbisik. Aku pun lari ke balik tembok. Seunghyun berdiri di posisiku tadi, biarkan saja. Kali ini aku mengerjai Bom.

“HYA!” Haha aku lihat Bom membalikkan badan dan ia kaget, ini lucu sekali. “Oh Seunghyun! Kenapa kau disini? Mana Seungri?” Suara Bom ingin membuatku tertawa. “Aku mencintaimu Bom noona!” Astaga Seunghyun hyung benar-benar berkata seperti itu? B-bagaimana bisa? Aku memperhatikan mereka dengan TELITI! “Sebenarnya aku juga” Hah? Bom ini benar-benar gadis aneh katanya dia suka padaku, kenapa malah berkata begitu padanya Aigoo…. lihat kan? Dia ini gadis aneh, menyebalkan dan yah… begitulah “Tapi mengapa kau bilang tadi suka dengan Seungri?” Wah mulai adegan serunya! Seunghyun hyung beraksi. *BRUKK Aku tidak menyangka akan drama-drama ini. Bom memeluk Seunghyun? Ah sudahlah! tidak penting yang penting sekarang aku sudah bebas dari si Bom itu, aku ingin segera memeluk CL juga.

Author POV

*Di parkiran

“Aduh mana sih Chaerin? Lama sekali, minta ijin aja lamanya kayak mengantri sembako” Jiyoung menjeput CL untuk mengemas barang ke rumah eomma mereka dahulu sebelum ke Hongkong. “ADUH! Ngapain sih dosen menyuruhhku membawa buku sebanyak ini?” Di sebelah kanan sana ada Dara yang membawa buku banyak sekali, sedangkan Jiyoung hanya memperhatikan Dara. Dara sibuk melihat bukunya tidak melihat jalan, sehingga BRUKK…… bukunya jatuh semua. “Oh noona! Biar aku bantu” Jiyoung mengambil buku-buku yang berjatuhan sampai tidak sengaja tangan mereka saling bersentuhan untuk mengambil buku yang sama. “Oh maaf, aku merepotkanmu” Kata Dara dengan gugupnya. Bukannya melepas tangannya Jiyoung malah memegang tangan Dara. “Kau… entah kenapa saat melihatmu kau begitu cantik dan sepertinya aku menyuk-kka..!”  “Jiyoung oppa maaf lama” Tiba-tiba omongannya terpotong dengan teriakkan CL. Haha! Mungkin itu akibatnya, sifat Jiyoung yang terlalu menyolot dan cuek. CL berlari ke oppanya dan.. “OMG! Oppa kau menjatuhkan buku-buku Dara eonni?” Kata CL kaget. Mereka berdua langsung saling melepaskan tangan. “Tidak tadi dia yang menjatuhkannya, Dara! Aku ingin pergi dulu yah” Kata Jiyoung menggandeng CL. “Eh tunggu, kok pulang? Kan masih pagi!” Dara heran. “Aku akan pergi ke Hongkong dengan manusia ini eonni” Dara kaget mendengar CL. Berarti dia tidak akan bertemu dengan Jiyoung lagi. “Kok secepat itu?” Dara melihat Jiyoung dengan tatapan penuh harapan. CL yang melihat Dara dan oppanya saling berpandangan, sepertinya mengerti. “Nanti akan kuberitahu e-mail dan nomor telepon oppaku” Kata CL berbisik pada Dara. “Ah Ne! Kau tahu saja apa maksudku, berapa lama? Chaerin… kita kan belum sempat pergi bersama. Ada hal yang ingin kukatakkan”  “Sudah tidak ada waktu Dara maaf” Kata Jiyoung menarik CL. “Seungri mencintaimu, hanya itu saja, permisi” Dara langsung pergi dengan buku-buku tadi. CL terdiam, perkataan Dara terngiang di telinganya. “Sudah! Tidak ada waktu, nanti terlambat, kita harus mengepak barang” Mereka pun masuk ke dalam mobil.

CL meraih telepon genggamnya untuk SMS Minzy dan Daesung kalau mereka akan ke Hongkong.

*Di kampus

“Hya! Taeyang-ssi, kau jangan bohong mana mungkin jam segini siswa pulang?” Kata Seungri memegang kerah kemeja Taeyang. Ia anggap omongan Taeyang hanya main-main. “Kau perlu bukti, silahkan ke parkiran” Kata Taeyang dengan tatapan sinis ke Seungri. Seungri pun melepas genggamannya dan langsung lari. “Hey Seungri..Seungri..Wait! Ini CL menitipkan ini untukmu” Taeyang memberikan kotak hitam entah isinya apa tapi Seungri langsung lari lagi.

Saat di parkiran ia dapati mobil merah CL berjalan keluar dari sekolah. Apa boleh buat ia ingin menerobos pintu keluar tapi penjaga menariknya masuk karena ini belom jam pulang. “CL!!!! Kenapa kau meninggalkanku hah?” Seungri berteriak dan matanya berkaca-kaca. “HYA! Cepat masuk lagi, disini bukan tempat syuting” Penjaga tersebut menyuruh Seungri kembali ke dalam.

Sambil berjalan kembali ia melihat kotak yang dititipkan pada Taeyang itu. Saat ia buka ingin menangis rasanya. CL membuatkan kalung dari bentuk emblem yang ia sering pakai pada jaket hitamnya waktu itu dan di kotak itu ada surat ‘I LOVE YOU OPPA, Seungri oppa’. Saat ini air mata seungri mengalir dengan sebuah alasan. Ternyata Chaerin mencintainya. “Kenapa ini semua begitu menyakitkan, kenapa cinta begitu menyakitkan!!” Seungri berteriak menggengam erat-erat surat itu.

Beberapa bulan kemudian…

Saat awal CL meninggalkannya ke Hongkong, Seungri mulai menghitung hari dengan mencoret tanggal di kalender dengan target, tanggal CL kembali. Tapi akhir-akhir ini ia tidak melakukannya, ia terakhir melakukannya terakhir saat 4 bulan CL ke Hongkong. Sedangkan sekarang waktu sudah berlalu jauh dan cepat, entah sudah bulan keberapa sekarang, ia tidak peduli. Seungri hanya merindukan CL dan memakai kalungnya tiap hari. Seungri juga di kampus sudah tidak lagi bersama Bom, ia lebih sering bersama Seunghyun.

Taeyang….. ia malah lebih dekat dengan Dara, Bom dan 1 teman lelakinya di kelas. Mereka berubah banyak. Kadang mereka membicarakan CL, kadang mereka berpikiran untuk menyusul CL, termasuk Bom.  Saat pulang sekolah Taeyang suka ke kelas lamanya setelah selesai kuliah dimana ia pertama kali bertemu, berbicara, bercanda, bahkan menghapus air mata CL, untuk mengingat CL dan merindukan CL.

Hari ini kerabat-kerabat CL melakukan hal seperti hari-hari biasa. Khususnya Seungri, tapi kali ini ia harus menyelesaikan tugas akhir di kampusnya. Sehabis istirahat ia berencana untuk ke perpustakaan.

Di perpustakaan ia membaca buku ini dan itu. Kalung yang ia pakai… kadang ia meliriknya. Ia berharap CL cepat kembali dan ia akan memeluknya. Ia berjalan lagi mengambil buku tapi tiba-tiba saat memilih buku ia tidak sengaja menyenggol buku di rak sehingga beberapa buku jatuh. Semua orang di perpustakaan melihatya dan ia merasa gugup, segera ia jongkok dan mengambil buku-buku itu. Saat ia mengambil buku itu ia merasa ada seseorang yang menolongnya. “Kau, tidak usah membantuku, biar aku saja”. Kata Seungri. Tiba-tiba, saat tangan Seungri ingin mengambil buku terakhir, Seungri memegang tangan orang yang membantunya, ia kaget lalu mulai menengadahkan kepalanya. “OMO!!!! Chaerin!!!” Seungri benar-benar kaget melihat gadis di depannya yang tersenyum padanya lalu memeluknya.

_End_

Please, Read this swagger reader!

Annyeong semua, bacanya cape ga? Soalnya sengaja part 4 ini memang panjang banget ceritanya hehe sori. Abis kalau di buat part 5 nanti takut makin aneh lagi ceritanya. Sebenernya di part 4 gw sempet ngubah jalan ceritanya dan gw coba pakai POV-POV, awalnya gak terlalu suka kalau ceritanya ini pakai POV, moga-moga aja kalian suka. Sori juga kalau ada typo atau yang lain-lain. Sengaja juga buat akhirnya kyk gini hehe, soalnya gw mau nambahin epilog di ‘Love is Pain’ ini

Oiya saran nih… Coba deh baca cerita ini sambil denger lagu si Daesung yang Sunny Hill, LOVE, Singer’s Balad, sama Powerful Boy (bwt akhirnya). Soalnya pas gw bikin FF ini sambil denger-denger tu lagu, langsung dapet inspirasi dan nadanya cocok sama ceritanya walaupun gw gatau artiya sih.

Kalau suka jangan sombong, lupa, malu, sungkan itu nge-like gw ga bakal ngapa2in lo kalau ngelike ^^ Kalau mau ngomong sesuatu tentang FF pertama gw ini langsung aja komen, jangan takut, sombong, malu, lupa, sungkan juga yah hehe. Sampai ketemu di epilog sama dia FF-FF berikutnya yah. Kamsahamnida!!!!!

Love is Pain (3)

ff2

Cast :

  • CL (2NE1)
  • Minzy (2NE1)
  • Park Bom (2NE1)
  • Dara (2NE1)
  • T.O.P/Seunghyun (BIGBANG)
  • Taeyang (BIGBANG)

Genre : Romance

 

Chaerin hanya melihat Taeyang melangkah sampai ia tidak melihatnya lagi ia pikir…. “Bad boy style, lumayan juga”

Part 3…

Saat sampai rumah di Seoul, CL langsung menaruh tas dan membereskan kamarnya. Ia menata kamarnya sesuai keinginannya. Sekarang kamarnya sangat rapih dan elegan. Mungkin semua orang yang masuk kamarnya akan betah berhari-hari di dalamnya.

“Chaerin-ah! Kemari” Appanya memanggil CL yang masih menatap kamarnya. “Ne…! Sebentar”

“Ada apa?” CL memunculkan wajahnya dari tembok ruang tamu. “Sini… aku ingin menunjukkan sesuatu” Appanya membuka koran dan CL merasa penasaran.

Ia mendekati appanya lalu duduk di sebelahnya. “HYA!” Appanya sengaja berteriak tiba-tiba sehingga membuat ia kaget. “Appa ya….! jangan buat aku kaget, aku penasaran dengan apa yang ingin kau tunjukkan padaku!”  “Hahaha…. Ini! bagaimana bagus tidak? Aku ingin menganggapnya sebagai hadiah karena kau bisa masuk universitas yang kau inginkan”  “Jinjja???”.

CL hanya bengong melihat gambar yang appanya tunjukkan padanya. Ia berpikir kalau appanya benar-benar membelikannya, maka ia tidak menganggap kerja keras appanya. Dulu CL jarang bertemu dan bermain dengan appanya sejak kecil sampai SMA. Ia memang benci dengan kenyataan kalau appanya harus kerja di Seoul, tapi sekarang ia tinggal bersamanya. “CL-yah, ini bukan janji lagi tapi appa benar-benar sudah membelinya”. CL tambah tidak percaya dan ia makin menyesal dengan kebenciannya itu. “Appa! Kau tidak perlu seperti itu, tampaknya merepotkan dan buang-buang duit”   “Ani…ani, apa yang tidak untuk anak appa yang tersayang ini? Kajja! Aku mau menunjukan sesuatu” CL menggeleng-geleng kepala tidak menyangka dan ia mengikuti appanya ke depan rumah

“OMG!!!! Appa GO-MA-WO!!” CL kaget dengan mobil minibus merah yang appanya sudah belikan itu. Mobil itu terlihat seksi dengan warna merah menyala. “CL masuk ke mobilnya, kau coba nyalakan”   “Ne!” Dengan wajah berseri-seri ia berlari untuk menyalakan mobilnya. Saat ia putar kuncinya…. “Wah appa! keren….. nampaknya mesin mobil ini kau modif juga?”   “Yah…. bgitulah, tapi kau senang kan?”   “Astaga… repot sekali appa! Sangat senang tentunya!”

*Esok hari dengan mobil baru

Saat CL memarkirkan mobilnya. Taeyang datang dengan gaya hiperaktifnya yang yahh…. bisa dibilang keren juga “Wohoho…. tebak! Ini benar…benar… daebakk!”   “Haha ia, appaku baru saja membelikan mobil ini kemarin”   “Wow, fantastic baby, looks amazing, mungkin suatu saat kau harus mengajakku jalan!” Kata Taeyang dengan gugup. “Haha baiklah! Hari ini kan kita janjian” perkataan CL membuat Taeyang garuk pundak dan senyum2 sendiri.

CL berjalan dengan anggun dan seksinya, sampai-sampai ia menabrak 2 orang cantik yang juga sedang berjalan. “Eoh!! Eonni maaf..” “Makanya kalau jalan selain perhatiin penampilan….. PERHATIIN ORANG JUGA!!!!” Kata perempuan yang seniornya itu dengan mata melotot ke CL. “Sudahlah dia kan sudah minta maaf, kau ini Chaerin kan?” Kata teman perempuan yang sombong tadi “Ne! Bagaimana eonni tau?”   “Oh, kita ini kan pengurus disini. Kenalkan aku Sandara dan ini Park Bom, panggil kami Dara dan Bom eonni saja”   “Ne! Annyeong, Dara, Bom”   “Kau lupa menyebut eonni, lebih sopan dikit yah…” Dengan angkuhnya Bom, berjalan meninggalkan CL dan Dara. CL rada kesal dengan perempuan bernama Park Bom itu, angkuhnya. “Mian CL, dia memang seperti itu, istarahat kita bertemu lagi yah, senang bertemu deganmu” Dara melambaikan tangan pada CL sambil berjalan meninggalkannya. “Cih, bagaimana bisa iblis berteman dengan malaikat” Kata CL sambil melihat mereka berdua, dengan maksud CL meledek Bom.

*Dikelas

“Nampaknya ada yang bertemu dengan gadis desa kami” Taeyang langsung duduk dekat CL. “Gadis desa??”   “YA! Mereka begitu terkenal di kampus ini, bahkan pria-pria rebutan untuk mendapatkan hati mereka”   “Wah…. primadona juga”   “Ya tentu, nampaknya juga kita mempunyai primadona baru disini” Dengan nakal Taeyang mecolek dagu CL dan membuat CL…. “Hyaa… oppa!” Taeyang hanya tertawa mendengar suara lucu CL.

*Istirahat

CL mengambil makanan sendiri. Jika kalian teman SMA CL ini merupakan pemandangan yang tidak biasa. CL teringat saat-saat bersama Minzy bahkan bersama Dae. Mereka senang sekali tertawa. Bahkan saat CL menyukai seseorang, teman-teman CL membicarakan tentangnya di kantin. Tapi semua itu tidak ada, seakan-akan kenangan itu lenyap dengan suasana yang membuatnya canggung di tambah dengan duo Park yang membuatnya tidak nyaman berada di kampus ini. “CL!! Ambil makanmu sebentar lagi bel bebunyi” suara laki-laki yang membuat CL tersadar dari lamunannya. “Oh, Seunghyun oppa”   “Aku membuatmu kaget?”   “Sedikt sih”

Mereka pun berbincang-bincang sambil makan. Brakk. CL kaget dengan tangan yang menggebrak mejanya, itu membuatnya teringat saat Dae menggebrak meja makannya bersama Minzy. “Hello Chaerin-ssi”   “Annyeong, Bom eonni”.  CL melihat Bom langsung duduk di sebelah Seunghyun. “Kok kau tidak mengajakku makan?” Kata Bom manja pada Seunghyun sambil merangkul tangan Seunghyun. Lama-lama CL muak dengan perilaku Bom kepada Seunghyun, ia menggerakkan kakinya sedikit untuk meninggalkan mereka, eh tapi malah…. “CL, kita bertemu lagi!!” Kata Dara yang manis itu. Dara heran CL tidak melihatnya tapi malah melihat 2 orang yang sedang… “Mereka memang seperti itu, maklum saja, Bom menyukai Seunghyun”   “OHHHH” Perkataan Dara membuat CL sedikit tidak terlalu jijik dengan perilaku Bom.

*Pulang sekolah

Kali ini CL yang menghampiri Taeyang untuk memenuhi janjinya. “Hey boy! Ssup? Kajja!” Kata CL menyesuaikan diri dengan bahasa Taeyang. Tapi Taeyang membalasnya dengan ekapresi ‘tidak sangka’ pada CL. “O…oo? Okay come on!”

*Dijalan

“Taeyang oppa, apa kau lapar?”   “Yeah! Memangnya kita mau makan dimana, aku bingung”   “Ah sudahlah serahkan saja padaku, daging bagaimana enakkan?”   “Apa saja, terserah, yang pasti kita makan” Taeyang hanya menuruti omongan CL, ia daritadi hanya senyum-senyum melihat si cantik CL menyetir.

“Kita sudah sampai” CL mengerem mobilnya dan memarkirkannya.”Hm….. baunya, kajja! Aku tidak sabar” Mereka pun masuk ke dalam.

“CL-ssi nampaknya ada pendatang baru” Kata ahjussi sambil memotong dagingnya. “Ah… ne! Kenalkan ini Taeyang teman kuliahku” Kata CL sambil menepuk-nepuk punggung si ‘bad boy style’ itu. “Annyeong!” Sapa Taeyang. “Haha annyeong, Taeyang. CL! kau mulai berpaling huh? *ccingg*” Suara pisau ikut mamanaskan suasana. “Shh… anni! Aku ini setia” Sambil menunjukkan jari ‘peace’nya dan mukanya yang lucu. Nampaknya ahjussi ini kangen juga dengan Seungri.

Taeyang dan CL makan sambil bebincang-bincang tentang masa lalu mereka, bahkan tawa mereka membuat semua orang melihatnya. “Jinjja? Hahaha lucu sekali kau CL-ssi, lalu apakah kau pernah punya pacar? Yeah… boyfriend?” Pertanyaan Taeyang membuat CL teringat Seungri. Ia ingat saat pertama kali Seungri mengajaknya makan disitu. “Hmmm… tidak tapi aku punya sasaran” CL membuat Taeyang patah semangat. “Oh? Terus siapa dia?”   “Teman SMA, tapi aku baru menyukainya saat kelas 3, ya… saat mau lulus”   “Hah? Jadi sudah tau selama 3 tahun tapi baru sadar akhir-akhir”   “Ya seperti itu, makanya aku kesini mengajakmu. Dulu dia sering mengajakku kesini kalau pulang sekolah”   “Pantas saja, ahjussi tadi….. sekarang dia dimana?”   “Dia di Tokyo, katanya sih liburan” “Nampaknya orang itu berarti bagimu, yah bisa dilihat dari raut wajahmu”   “HYA Taeyang-ssi berbicaranya jangan serius melihat ku” CL menunjukkan ekspresi lucu yang membuat Taeyang tertawa. CL langsung mengacak-ngacak makanan di piring Taeyang.

*Pulang, dirumah CL

“Aduh capeknya, lumayan hari pertama bawa mobil” Kata gadis sipit itu sambil membuang tasnya ke kasur. Tiba-tiba teleponnya berdering, saat ia lihat namanya… Minkki. “Yeobboseo??”
“CL, bagaimana keadaanmu, i miss u!”
“Baik -baik saja, hey! Aku bertemu Taeyang, dia keren lohh”
“Jangan bilang keren semacam bad boy style…”
“Hahaha ia, orangnya menyenangkan dan yah walaupun sedikit…..menyebalkan”
“Lalu si Seungri itu kau taruh di otak sebelah mana CL??” Perkataan Minzy membuat CL bengong dan teringat pada Seungri.
“CL, kami sudah susah payah memberimu kesempatan untuk bersama Seungri lebih baik jangan berpaling…Hahaha”
“Tidak tahulah, Gong Minzy….. dia…. yah sepertinya benar aku berpaling”
“Jinjja? Aku ingin memberitahumu sesuatu”

“Apa?” Hal itu membuat perasaan CL yang tidak enak.
“Seungri… sudah pulang, kata Dae dia akan pergi ke kampusmu untuk melihatmu”
“Hah benarkah????”

Esok hari……

*Sampai di sekolah
“Hey CL!! Kau tiduk nyenyak semalam?” Kata Taeyang sambil merangkul CL. “Ia, hey! Kau tau orang yang kusuka itu akan ke kampus kami, si Seungri yang kuceritakan kemarin saat kita makan” CL lagi-lagi membuat Taeyang lesu. “Yah….. pasti kau senang?”   “Kenapa kau berkata seperti itu? Tentu saja”   “CL kau tahu kan kalau Taeyang suka CL”   “YA…ya… wakkkk? A….” Kata-kata Taeyang membuat CL speechless. CL hanya melihat Taeyang yang terus jalan di depannya. “Taeyang… tunggu!” CL mengejar Taeyang.

*Istrahat

“Kau tidak makan?”   “Uh??! annio!”. Lagi-lagi Seunghyun bertemu CL di kantin dan mengejutkannya. “Aku tidak selera” Lanjut CL. “Rajin sekali kau membawa buku ke kantin”   “Ohh… ini tugas buat besok, oppa! Aku ingin ke perpus…. dan…. kau sendiri makan tidak apa? Hehe” CL merasa tidak enak kalau ia meninggalkan seniornya sendiri tapi bagaimana lagi, ia membutuhkan sumber untuk tugasnya di perpustakaan “Oh, ne! Silahkan, jadi kau tidak mengajakku?” Seunghyun memberi CL senyum meledek sambil mengunyah makanannya. “Mwo? Lain kali saja, aku permisi dulu yah”

CL berjalan menelusuri lorong, sampai ia tiba di depan pintu perpus. Ia mengintip dari jendela apakah ada orang atau tidak. Ia tidak suka membaca saat keadaan ramai. Ternyata di dalam ada Bom yang menyebalkan. Ia lihat Bom sedang duduk bersama seseorang. Ia merasa tidak ingin ke dalam tapi bagaimana lagi sudah terlanjur di depan pintu, tinggal selangkah lagi untuk memasukki gudang sumber tugasnya yang harus dikumpulkan besok. Saat ia buka pintu lalu melihat 2 orang itu, ia menjatuhkan bukunya dengan ekspresi muka yang seperti melihat hantu.

“O-o-opp-opppa…..!!”

—–

Hey ssup! Mudah-mudahan part 3 ini kalian suka, soalnya waktu ngerjain ini sempet kehapus dan harus memikir ulang bagaimana cerita yang bagus agar kalian penasaran. Biar ga penasaran siapin diri buat part finale yah… PART 4!!!!

Love is Pain (2)

ff21Cast :

  • CL (2NE1)
  • Seungri (BIGBANG)
  • Minzy (2NE1)
  • Daesung (BIGBANG)
  • Taeyang (BIGBANG)

Genre : Romance

…..”Aku pernah bertemu dengannya, eommanya kan yang kita beli kue darinya tiap hari Sabtu”  ”APAA??”  ”Kau kaget?? Nampaknya kau harus meminta maaf kalau ingin punya restu darinya” Eommanya kembali ke dapur dengan muka tersenyum nakal.

Part 2…

-FlashBack-
*tiing nong* “Permisi…!” Seseorang mengetuk rumah Chaerin kecil. Di dalam Chaerin kecil berlari-lari meraih gagang pintu sambil memanggil.. “Eomma…eomaa! Ada tamu..hughhh tingi sekali”  “Chaerin-ah biar eomma saja yang bukakan” Eommanya mengelus kepala Chaerin “Annyeong!” Sapa tamu tersebut, ia mengenakan jaket hitam dengan sebuah emblem. Chaerin kecil takut dengan orang yang selalu mengenakan jaket hitam, ia mempunyai pikiran bahwa orang itu menyeramkan seperti preman “annyeong, kau ini orang baru di komplek ini kan?” Kata eomma chaerin. “Ia, aku kesini untuk menghantarkan kue, daritadi aku berkunjung ke rumah agar semua orang mencicipi, sebenarnya aku punya usaha kue yah mumpung orang baru disini….silahkan…” Eomma CL tersenyum kepada perempuan itu dan tangannya meraih, tapi…

*brakkkk* Mereka berdua hanya bengong melihat tingkah Chaerin kecil. “OH tidaak!!! gwencana..gwencanna….” perempuan itu berkata pada dirinya sendiri sambil mengipaskan tangannya seperti panas. “Oh Chaerin-ah kau nakal!!!!” “Jangan makan eomma, ia mengerikan, bisa saja ia memberi kue ini racun!!” Chaeri bersembunyi di balik badan eomma sambil memegang tangannya “Mian… anakku memang….” “Apa racun??????” Orang itu berteriak membuat CL menangis “Baik tidak apa, aku maklumi dia anak yang…hmm…nakal” “Maafkan aku, aku akan coba kuenya… HYA CHAERIN JANGAN LARI” Chaerin kecil kesal dan berlari ke dalam.
-End-

“Oh itu…..mengerikan” Kata CL sambil membanting badannya untuk duduk di sofa dengan kejadian yang baru saja dia ingat, buruk sekali ia kembali mengingat hal lain tentang dirinya dan eommanya Seungri, saat dia mulai SMP

-FlashBack-
“Annyeong” “Eoh! Nampaknya ada kue baru yah…” Chaerin mendengar eommanya sedang berbicara pada seorang perempuan. Ia melangkahkan kakinya untuk melihat orang itu.

Saat ia melihat.. “Hya Chaerin, dia membuat kue baru ayo coba!” Eommanya menunjuk-nunjuk kue dari ahjumma itu. Orang itu adalah yang ia jatuhi kuenya, ya, yang ia kira preman itu, tapi sekarang ia memakai baju biasa. Chaerin menatap sinis orang itu dan orang itu juga sebaliknya, Chaerin langsung berjalan dengan cepat ke kamarnya. “Chaerin-ah!!”  “Sudahlah, nampaknya dia tidak tertarik dengan kueku ini, jadi beli?” Kata ahjumma itu mejulurkan kuenya “Oh tentu, ini uangnya”  “Ne! Gomawo” Eomma CL langsung segera berjalan menuju kamarnya tanpa menutup pintu sedangkan ahjumma itu, ia mengintip apa yang terjadi di dalam
-End-

“Eomma! Nampaknya ia tidak menjual kue-kuenya lagi yah?”  “Tentu saja masih, sebulan sekali ia kemari, ia datang saat kau sekolah, yah lebih baik kau mencoba kuenya nanti”  “Heh baiklah!” CL tertawa kecil dan langsung masuk ke kamarnya.

*Esok hari pulang sekolah*
“Benarkah? Hahahah” Minzy meledek cerita masa lalu Chaerin tentang apa yang ia perbuat pada Eomma Seungri dulu. “Jaman sekarang Jaket hitam begitu trend Chaerin-ssi, bukankah kau punya jaket kulit hitam stud?”  “Iya memang! tapi itu kan sudah lama bahwa yah.. aku sadar kalau itu keren, ayolah bagaimana ini?”  “Kau harus mencoba kuenya kurasa hehe!”
CL tiba-tiba berhenti melangkah mendengar saran Minzy, sama saja dengan saran eommnya “Hya Minzy-ah!” CL mempercepat jalannya, lalu sbuah motor mengerem tepat di depannya “Chaerin-ssi, kau ingin pulang bersamaku?” Kata Seungri dengan senyum manis yang membuat CL tak pernah berpaling. Tapi CL bukannya menjawab malah melihat Minzy, Minzy mengangguk “Baiklah” Ia melihat Seungri dan Seungri langsung memakaikannya helm.

Saat sampai di rumah
“Gomawo….Seungri!”  “Ah kau ini, aku sudah seminggu mengahantarmu” Seungri tertawa kecil. CL membuka helmnya dan *deg* ia kaget dengan emblem yang ada pada jaket hitamnya…itu emblem ahjumma yang yang menawarkan kue padanya dulu. YA! CL semakin yakin kalau Seungri ini benar-benarnya anaknya. “Mengapa kau melihatku seperti itu” Ia tersadar dengan suara Seungri. “Ah.. anio! Aku masuk dulu yah”  “Ne! Sampai besok…CL!” CL menghentikan langkah lalu membalikan badan lalu melihat motor Seungri yang menjauhi rumahnya. Bayang-bayang emblem tadi memenuhi pikirannya.

*Esok hari di kelas*
“Ya anak-anak, hasil ulangan kemarin bisa dilihat di papan pengumuman istarahat nanti, jaga juga persiapan kalian untuk ujian akhir ya” Kata guru di depan dan anak-anak serentak berkata… “Ne!” Lalu kelas penuh dengan bisikan para murid yang entah membicarakan apa.

Lagi-lagi CL melihat Seungri tapi kali ini Minzy tidak memukul punggungnya lagi. Minzy asyik tertawa dengan Daesung, sepertinya telah terjadi sesuatu dengan mereka. Tiba-tiba Seungri melihat CL. CL kaget dan menunduk seakan-akan membaca buka lalu ia membolak-balikkan halaman.

Bel berbunyi. Seungri menghampiri CL yang sedang pura-pura membaca buku “Chaerin! Nampaknya isi buku itu bagus sekali yah, kau….begitu serius membacanya, ingin melihat nilai bersamaku?”  Seungri menaruh tangannya di meja CL “MM…. nampaknya aku….” Ia melihat Minzy sejenak. Bagaimana bisa ia pergi langsung bersama Daesung, MENINGGALKANNYA?? CL  hanya menggelang kepala. “Ah? Waeyo?” Seungri heran dengan maksud CL “Ah! ani, yasudah keburu penuh” Seungri hanya tersenyum.

Di kantin CL langsung menghampiri meja Min-Dae. “Bagus sekali kalian meninggalkanku di kelas tadi” “Hehe mian CL! kami buru2 melihat nilai” “heh, papan pengumuman tidak akan lari kemana-mana kalau sebelumnya kalian mengajakku juga” Chaerin kesal dan ia membanting burgernya ke nampan. “Tapi ujung2nya kau bersama Seungri kan? Ya kami memang selalu memberimu kesempatan…” kata dae dengan percaya dirinya, ia melihat CL hendak berkata dan baru membuka mulut tapi ia langsung berkata.. “Cheonmaneyo Chaerin-ah!” “Apa?? HYAAA!!! AK…” Tanpa berkata lagi CL langsung memberi tonjokkan kecil pada Dae dan Minzy tersenyum melihatnya.

Hari demi hari mereka jalani dengan pelajaran yang membosankan hingga saatnya…mereka, anak kelas 3, LULUS. Tentunya setiap mereka mempunyai pilihan dimana mereka akan melanjutkan masa depan mereka. Khususnya, gadis cantik itu, Chaerin. Ia berencana akan melanjutkan ke Seoul sedangkan isunya, Seungri akan ke Tokyo. Dua sahabat CL akan ke Seoul juga namun tempatnya berbeda. Nampaknya ini hari terakhir CL melihat keanehan Minzy dan Dae

Hari Sabtu, pagi ini CL akan berangkat ke Seoul dengan appanya. Appanya datang khusus menjemput CL. Saat di gerbang rumahnya ia kaget, di depannya seseorang dengan bakul kuenya, nampaknya ia kenal dengan tatapan matanya.

“Oh, ahjumma annyeong” Sapa CL beharap akan di balas dengan sapaan hangat juga. “Chaerin… nampaknya kau sudah besar, aku membawa kue baru lagi, ingin mencicip?” Eomma Seungri memberi CL senyuman hangat. “Oh ne! *makan* Hya, ini enak, eommaku sedang dalam menunggumu, biar aku saja yang beli” “Oh hahaha baiklah kalau gitu, pasti kau ingin untuk bekalmu ke Seoul kan” Kata perempuan itu dengan ketawa kecil yang membuat CL heran, bagaimana ia tahu Chaerin akan ke Seoul. “Jangan kaget. Aku tahu itu dari Seungri, Seungri juga sering cerita tentangmu, nampaknya ia begitu senang mengantarmu tiap hari” “Benarkah? Apakah dia sudah ke Tokyo?”

Mereka berbincang-bincang sampai appanya memanggil CL untuk saatnya pergi. Percakapan yang cukup hangat, CL tidak mengira semuanya akan baik-baik saja. Ternyata Seungri ke Tokyo untuk berlibur sejenak. Ia masih mempunyai harapan untuk bertemu lagi dengannya.

Hari pertama bertemu dengan lingkungan baru. Dengan ragu ia melangkahkan kaki modelnya itu ke depan gerbang tiba-tiba seseorang menggunakan jaket coklat tebal menghampirinya. “Kau, Chaerin? Annyeong, selamat datang” “Oh, ne, annyeong” “Jangan sungkan aku seniormu disini, ya aku semacam…wakil pemimpin, kenalkan aku Seunghyun” “Ne oppa…. aku ce…, mmm kurasa tidak usah hehe” “Haha pandai berhumor juga ya kau, sini ku beri tunjuk ke kelasmu”

Di kelas ia duduk dengan canggung melihat semua orang di kelas berbisik-bisik dan melirik-lirik dia. Kupingnya panas, nampaknya ia menjadi perbincangan panas. Tidak tahu harus berbuat apa ia hanya mengambil buku dan membukanya. “Hey baby? Oh jadi ini Chaerin, cantik juga” Chaerin kaget dengan suara laki-laki yang sok inggris itu. Saat ia lihat orang itu, orang itu langsung menjulurkan tangannya “Hey, aku taeyang, senang bertemu denganmu” CL hanya tersenyum dan bersalaman, ia merasa aneh dengan gayanya yang agak berandal. Dosen datang semuanya langsung tertib.

Hari ini ia pulang siang, tiba-tiba “Hey! cepat sekali pulang” “Hehe iya, aku harus mm… beres rumah karena aku ini kan kemarin pindahan” “Oh, wow, sebenarnya aku ingin mengajakmu jalan” Kata taeyang sambil mengigit bibir bawahnya “Besok2 saja bisa kan? Mianhe Taeyang-ssi” “Oh! It’s… yeah okay, besok?” “Bisa….kayaknya” “kalau begitu, sampai berjumpa besok Chaerin”

Chaerin hanya melihat Taeyang melangkah sampai ia tidak melihatnya lagi ia pikir…. “Bad boy style, lumayan juga”

—-

Halo ini FF part 2 gw, masih belajar sih, sori aja kalau masih ada yang salah hehe. Masih ada lanjutannya kok, part 3 nysul yah… member -member yang lain bakal lebih di tambahin di part selanjutnya ^^

Love is Pain (1)

Image

Title : Love is Pain

Cast :

  • CL (2NE1)
  • Seungri (BIGBANG)
  • Minzy (2NE1)
  • Daesung (BIGBANG)

Genre : Romance

“Nah anak-anak besok kita ulangan matematika bab 4 ini ya!”  “Apa?? Yahhh”  Serentak murid protes dengan ulangan itu tapi 1 anak hanya tersenyum dengan mata mengarah pada seseorang. “Hya! Chaerin-ah! Besok ulangan!” Kata Minzy sahabatnya, Minzy melihat apa yang CL lihat “Pantesann!!! *bukk*” Minzy menepuk punggung Chaerin teman sebangkunya. “Hya waeyoo??? Kau mengganggu saja, aku sedang melihat dia!” CL marah. “Nah kan ketahuan!” Kata Minzy dengan senyum nakalnya.  Bel istarahat berbunyi

“Akhirnya selama ini…kau dapat lelaki idaman yah!” Kata Minzy sambil mengigit bekalnya “Aku sudah menyukainya sejak 3 minggu yang lalu, yah aku baru sadar dia tuh lumayan juga”. CL menyukai Seungri, temen sekelasnya, dia memang tidak dekat dengan Seungri, tapi ia pernah berbincang dengannya sekali dua kali. Seungri jago dance dan menyanyi, ia juga keren, tidak salah gadis yang lumayan cantik ini juga menyukainya. “AHHH! sayang sekali padahal kita mau lulus” Kata Minzy menyayangkan, memang mereka berada tingkat paling tinggi di SMA, jika CL tidak buru-buru tampaknya ia akan menyesal. “Memang sih, tapi gimna yah ngedeketin dia…. Kalau cepet-cepet nanti dikira cewe apaan lagi” Kata CL menunduk dan memanyunkan bibirnya. “*pukpuk* usaha Chaerin-ah! Fighting!!” Minzy menepuk-nepuk punggung sahabatnya dengan lembut.

*Brakk!* seseorang menggebrak meja makan mereka, CL dan Minzy kaget dan berhenti mengunyah, saat dilihat ternyata teman mereka, Daesung. “Hahaha kaget yah!” Daesung tertawa. “Ialah! hampir saja makanan di mulutku muntah” Minzy mengelap multnya. Dae langsung duduk sebelah Minzy. “Mian Minzy!” Daesung langsung mencubit pipinya Minzy yang masih mengunyah makanan, CL tertawa terkekeh melihat tingkah 2 temannya itu. Daesung selalu begitu, kadang-kadang ia ikut duduk di sebelah Minzy, baru-baru ini mereka dekat dengan Dae. Mereka dekat dengan Daesung karena kemarin mereka sekelompok pelajaran dengannya bahkan kabarnya Daesung menyukai Minzy.

Sepulang sekolah seperti biasa CL dan Minzy jalan bersama-sama. Tiba-tiba seseorang mengendarai sepeda motor melambai pada sekerumunan anak lelaki. CL menyipitkan matanya menatap siapa lelaki itu, lalu menoel Minzy sambil menunjuk-nunjuk orang yang menumpangi motor besar tersebut “Hya…hya! Itu Seungri” teriak CL “Ssuttt! jangan keras-keras” Minzy menutup mulut CL. Karena CL melihat Seungri begitu dekat dengannya dan saat Seungri melintas ia mengedipkan matanya pada CL, lalu CL kaget dan terjatuh. Minzy kaget dan Seungri yang belum jauh memberhentikan motornya lalu berlari ke CL. “CL…! kenapa kau ini? CL?!!” Minzy menepuk-nepuk pipi temannya. “Nampaknya dia pingsan, padahal aku tidak menyerempet dia” Kata Seungri sambil jongkok dekat Minzy. Minzy berpikir cepat, nampaknya ini kesempatan bagus untuk CL “Hya kata siapa tidak menyerempet? Kau melakukan itu!! motornya mengenai tangannya, sepertinya tertarik, kau harus tanggung jawab!… CL..CL?” Minzy berbohong dan Seungri panik. “Kalau begitu beritahu aku alamat rumahnya” Kata Seungri sambil merangkul CL.

Sampai di dpn rumah Seungri menekan tombol *tiing nong….* pintu terbuka. “Oh ma…ma..maaf, ini aku temannya CL, CL pingsan saat jalan pulang makanya a..ak..aku menggotong ia ke rumahnya” Kata Seungri gugup melihat eommanya CL. “Mwo? ppali..ppali! Bawa masuk, aduh…bagaimana ini?” CL eomma begitu panik

“Chaerin..Chaerin bangun nak, ini eomma” Eomma menepuk-nepuk pipi lucu CL. CL mengedipkan matanya lalu membuka perlahan “Aku dimana?”  “Kau di rumahmu” Kata Seungri “Hya! Kenapa kau disini?” CL kaget bagaimana bisa Seungri di rumahnya. “Heh! dia mengantarkanmu kesini, kau pingsan dan harusnya kau berterimakasih!” Kata eommanya sambil tersenyum pada Seungri, Seungri pun sebaliknya. “Sepertinya CL sudah sadar aku pulang dulu yah, CL, ahjumma” Seungri pamitan dengan gugup. “Chaerin yah! kau antarkan dia kedepan rumah” Kata eommanya. “Ne! eomma”

“Gomawo Seungri” Kata CL menundukan kepalanya “Mianhe!”. “Mwo? abis mengatakan gomawo, mianhe? kenapa, harusnya aku yang berkata seperti itu, kau menjadi korban” Kata Seungri sambil menggaruk kepala “Korban? maksudmu?” CL bingung. “Sepertinya kau pingsan terlalu lama jadi lupa yah hehe”  “Oh?n..nn..Ne! sekali lagi gomawo Seungri, lagian kau ini aneh tiba-tiba mengedipkan mata padaku”  “Oh?….a..a..aahh Cheonmaneyo! Aku duluan yah, mmm… besok kau ada waktu saat istarahat? mm…a..aa..aku ingin berbicara” Seungri gugup. Mata CL terbelalak “Mwo? sepertinya iya tapi lihat saja besok, Seungri! ini sudah sore lebih baik kau pulang”  “Ne! Aku pulang, dadah” Seungri mengelus rambut CL. CL benar-benar deg-degan, ia bingung harus berkata apa, ia bahkan tidak melambaikan tangan ia hanya melihat Seungri tersenyum padanya lalu pergi menggas motornya itu.

Saat istarahat Minzy datang ke meja CL dan menanyakan soal kemarin “Ya begitulah… aneh juga yah kok dia bisa tahu rumahku” CL menyipitkan matanya lagi, bingung dengan kejadian kemarin. Minzy mengedipkan matanya dan tersenyum “Kau tahu siapa aku kan?”  “Astaga Minzy yah….! a..aku tidak percaya kau ini nakal juga yah, tapi tidak apa lumayan, bagaimana caranya?”  “Ya aku bilang saja dia menyerempetmu haha!” CL teringat kembali perkatan Seungri “korban” ya nampaknya CL tahu semua itu. “Hya! memangnya kau ini pingsan kenapa Chaerin?”  “Aku? Sebenarnya ia mengedipkan mata padaku, ya bagaimana aku tidak kaget? orang yang kusuka itu…. astaga! dia keren sekali, makanya aku pingsan melihatnya”  “Oh astaga…” Tiba-tiba ada seseorang berdiri dekat meja mereka “ekhmmm! maaf menggangu” Ternyata itu Seungri “Oh? Seungri ani..ani! heh CL aku ke toilet dulu yah” Minzy langsung membereskan bekalnya dan pergi “Hya Minzy tunggu!” CL bingung “Aku mengganggu yah? Mian, aku ingin biacara denganmu”  “Hah? ganggu? gak kok, ada apa Seungri?”  “Soal kemaren, kamu tidak luka kan? kemarin aku tidak sempat menanyakan itu”  “Oh, tidak… tidak i’m fine”  “Oh baguslah kalau gitu, soal mengedipkan mata…. aku tidak bermaksud untuk…. hanya iseng sih” Mendengar itu CL menutup mulutnya yang tersenyum lebar sambil menunduk “Oh haha tidak apa, itu juga kau terlihat keren, makanya aku pingsan”  “Mwo? a..a…ah benarkah? hehe” CL tidak menyadari apa yang ia katakan barusan, ia hanya menutup mulutnya. Bel berbunyi “Oh! aku ke kelas dulu yah, dah”  “Se…Seungri yah… aduh padahal sekelas kenapa ga bareng aja sih?”

Bel pulang sekolah…

“Masa dia meninggalkanku di kantin saat bel, padahalkan kita ini sekelas, menyebalkan juga dia”  “Hahaha, bukan menyebalkan hanya saja…..”  “Apa?”  “Ya kau tahu itu” Minzy senyum terkikih mendengar nasib sahabatnya itu. Tiba-tiba ada suara motor berhenti di dekat mereka,itu Seungri-ssi! “CL! mau ikut pulang denganku?” CL kaget. “Mwo? Tapi Minzy bagaimana yah, aku tidak bisa meninggalkannya sendirian”. Tiba-tiba ada suara laki-laki “Aku yang menghantarnya pulang, kau pulang saja bersamanya ” Kata Dae sambil merangkul Minzy. “Mwo? m..mm.. Ne! aku pulang bersamanya” Minzy dan Dae pun saling pandang seakan ada kode. “Kajja! ayo naik siang hari ini jalanan bisa tiba-tiba ramai” Kata Seungri sambil menarik tangan CL. CL hanya bengong melihat sosok yang ia sukai.

Baca lebih lanjut