Love is Pain (2)

ff21Cast :

  • CL (2NE1)
  • Seungri (BIGBANG)
  • Minzy (2NE1)
  • Daesung (BIGBANG)
  • Taeyang (BIGBANG)

Genre : Romance

…..”Aku pernah bertemu dengannya, eommanya kan yang kita beli kue darinya tiap hari Sabtu”  ”APAA??”  ”Kau kaget?? Nampaknya kau harus meminta maaf kalau ingin punya restu darinya” Eommanya kembali ke dapur dengan muka tersenyum nakal.

Part 2…

-FlashBack-
*tiing nong* “Permisi…!” Seseorang mengetuk rumah Chaerin kecil. Di dalam Chaerin kecil berlari-lari meraih gagang pintu sambil memanggil.. “Eomma…eomaa! Ada tamu..hughhh tingi sekali”  “Chaerin-ah biar eomma saja yang bukakan” Eommanya mengelus kepala Chaerin “Annyeong!” Sapa tamu tersebut, ia mengenakan jaket hitam dengan sebuah emblem. Chaerin kecil takut dengan orang yang selalu mengenakan jaket hitam, ia mempunyai pikiran bahwa orang itu menyeramkan seperti preman “annyeong, kau ini orang baru di komplek ini kan?” Kata eomma chaerin. “Ia, aku kesini untuk menghantarkan kue, daritadi aku berkunjung ke rumah agar semua orang mencicipi, sebenarnya aku punya usaha kue yah mumpung orang baru disini….silahkan…” Eomma CL tersenyum kepada perempuan itu dan tangannya meraih, tapi…

*brakkkk* Mereka berdua hanya bengong melihat tingkah Chaerin kecil. “OH tidaak!!! gwencana..gwencanna….” perempuan itu berkata pada dirinya sendiri sambil mengipaskan tangannya seperti panas. “Oh Chaerin-ah kau nakal!!!!” “Jangan makan eomma, ia mengerikan, bisa saja ia memberi kue ini racun!!” Chaeri bersembunyi di balik badan eomma sambil memegang tangannya “Mian… anakku memang….” “Apa racun??????” Orang itu berteriak membuat CL menangis “Baik tidak apa, aku maklumi dia anak yang…hmm…nakal” “Maafkan aku, aku akan coba kuenya… HYA CHAERIN JANGAN LARI” Chaerin kecil kesal dan berlari ke dalam.
-End-

“Oh itu…..mengerikan” Kata CL sambil membanting badannya untuk duduk di sofa dengan kejadian yang baru saja dia ingat, buruk sekali ia kembali mengingat hal lain tentang dirinya dan eommanya Seungri, saat dia mulai SMP

-FlashBack-
“Annyeong” “Eoh! Nampaknya ada kue baru yah…” Chaerin mendengar eommanya sedang berbicara pada seorang perempuan. Ia melangkahkan kakinya untuk melihat orang itu.

Saat ia melihat.. “Hya Chaerin, dia membuat kue baru ayo coba!” Eommanya menunjuk-nunjuk kue dari ahjumma itu. Orang itu adalah yang ia jatuhi kuenya, ya, yang ia kira preman itu, tapi sekarang ia memakai baju biasa. Chaerin menatap sinis orang itu dan orang itu juga sebaliknya, Chaerin langsung berjalan dengan cepat ke kamarnya. “Chaerin-ah!!”  “Sudahlah, nampaknya dia tidak tertarik dengan kueku ini, jadi beli?” Kata ahjumma itu mejulurkan kuenya “Oh tentu, ini uangnya”  “Ne! Gomawo” Eomma CL langsung segera berjalan menuju kamarnya tanpa menutup pintu sedangkan ahjumma itu, ia mengintip apa yang terjadi di dalam
-End-

“Eomma! Nampaknya ia tidak menjual kue-kuenya lagi yah?”  “Tentu saja masih, sebulan sekali ia kemari, ia datang saat kau sekolah, yah lebih baik kau mencoba kuenya nanti”  “Heh baiklah!” CL tertawa kecil dan langsung masuk ke kamarnya.

*Esok hari pulang sekolah*
“Benarkah? Hahahah” Minzy meledek cerita masa lalu Chaerin tentang apa yang ia perbuat pada Eomma Seungri dulu. “Jaman sekarang Jaket hitam begitu trend Chaerin-ssi, bukankah kau punya jaket kulit hitam stud?”  “Iya memang! tapi itu kan sudah lama bahwa yah.. aku sadar kalau itu keren, ayolah bagaimana ini?”  “Kau harus mencoba kuenya kurasa hehe!”
CL tiba-tiba berhenti melangkah mendengar saran Minzy, sama saja dengan saran eommnya “Hya Minzy-ah!” CL mempercepat jalannya, lalu sbuah motor mengerem tepat di depannya “Chaerin-ssi, kau ingin pulang bersamaku?” Kata Seungri dengan senyum manis yang membuat CL tak pernah berpaling. Tapi CL bukannya menjawab malah melihat Minzy, Minzy mengangguk “Baiklah” Ia melihat Seungri dan Seungri langsung memakaikannya helm.

Saat sampai di rumah
“Gomawo….Seungri!”  “Ah kau ini, aku sudah seminggu mengahantarmu” Seungri tertawa kecil. CL membuka helmnya dan *deg* ia kaget dengan emblem yang ada pada jaket hitamnya…itu emblem ahjumma yang yang menawarkan kue padanya dulu. YA! CL semakin yakin kalau Seungri ini benar-benarnya anaknya. “Mengapa kau melihatku seperti itu” Ia tersadar dengan suara Seungri. “Ah.. anio! Aku masuk dulu yah”  “Ne! Sampai besok…CL!” CL menghentikan langkah lalu membalikan badan lalu melihat motor Seungri yang menjauhi rumahnya. Bayang-bayang emblem tadi memenuhi pikirannya.

*Esok hari di kelas*
“Ya anak-anak, hasil ulangan kemarin bisa dilihat di papan pengumuman istarahat nanti, jaga juga persiapan kalian untuk ujian akhir ya” Kata guru di depan dan anak-anak serentak berkata… “Ne!” Lalu kelas penuh dengan bisikan para murid yang entah membicarakan apa.

Lagi-lagi CL melihat Seungri tapi kali ini Minzy tidak memukul punggungnya lagi. Minzy asyik tertawa dengan Daesung, sepertinya telah terjadi sesuatu dengan mereka. Tiba-tiba Seungri melihat CL. CL kaget dan menunduk seakan-akan membaca buka lalu ia membolak-balikkan halaman.

Bel berbunyi. Seungri menghampiri CL yang sedang pura-pura membaca buku “Chaerin! Nampaknya isi buku itu bagus sekali yah, kau….begitu serius membacanya, ingin melihat nilai bersamaku?”  Seungri menaruh tangannya di meja CL “MM…. nampaknya aku….” Ia melihat Minzy sejenak. Bagaimana bisa ia pergi langsung bersama Daesung, MENINGGALKANNYA?? CL  hanya menggelang kepala. “Ah? Waeyo?” Seungri heran dengan maksud CL “Ah! ani, yasudah keburu penuh” Seungri hanya tersenyum.

Di kantin CL langsung menghampiri meja Min-Dae. “Bagus sekali kalian meninggalkanku di kelas tadi” “Hehe mian CL! kami buru2 melihat nilai” “heh, papan pengumuman tidak akan lari kemana-mana kalau sebelumnya kalian mengajakku juga” Chaerin kesal dan ia membanting burgernya ke nampan. “Tapi ujung2nya kau bersama Seungri kan? Ya kami memang selalu memberimu kesempatan…” kata dae dengan percaya dirinya, ia melihat CL hendak berkata dan baru membuka mulut tapi ia langsung berkata.. “Cheonmaneyo Chaerin-ah!” “Apa?? HYAAA!!! AK…” Tanpa berkata lagi CL langsung memberi tonjokkan kecil pada Dae dan Minzy tersenyum melihatnya.

Hari demi hari mereka jalani dengan pelajaran yang membosankan hingga saatnya…mereka, anak kelas 3, LULUS. Tentunya setiap mereka mempunyai pilihan dimana mereka akan melanjutkan masa depan mereka. Khususnya, gadis cantik itu, Chaerin. Ia berencana akan melanjutkan ke Seoul sedangkan isunya, Seungri akan ke Tokyo. Dua sahabat CL akan ke Seoul juga namun tempatnya berbeda. Nampaknya ini hari terakhir CL melihat keanehan Minzy dan Dae

Hari Sabtu, pagi ini CL akan berangkat ke Seoul dengan appanya. Appanya datang khusus menjemput CL. Saat di gerbang rumahnya ia kaget, di depannya seseorang dengan bakul kuenya, nampaknya ia kenal dengan tatapan matanya.

“Oh, ahjumma annyeong” Sapa CL beharap akan di balas dengan sapaan hangat juga. “Chaerin… nampaknya kau sudah besar, aku membawa kue baru lagi, ingin mencicip?” Eomma Seungri memberi CL senyuman hangat. “Oh ne! *makan* Hya, ini enak, eommaku sedang dalam menunggumu, biar aku saja yang beli” “Oh hahaha baiklah kalau gitu, pasti kau ingin untuk bekalmu ke Seoul kan” Kata perempuan itu dengan ketawa kecil yang membuat CL heran, bagaimana ia tahu Chaerin akan ke Seoul. “Jangan kaget. Aku tahu itu dari Seungri, Seungri juga sering cerita tentangmu, nampaknya ia begitu senang mengantarmu tiap hari” “Benarkah? Apakah dia sudah ke Tokyo?”

Mereka berbincang-bincang sampai appanya memanggil CL untuk saatnya pergi. Percakapan yang cukup hangat, CL tidak mengira semuanya akan baik-baik saja. Ternyata Seungri ke Tokyo untuk berlibur sejenak. Ia masih mempunyai harapan untuk bertemu lagi dengannya.

Hari pertama bertemu dengan lingkungan baru. Dengan ragu ia melangkahkan kaki modelnya itu ke depan gerbang tiba-tiba seseorang menggunakan jaket coklat tebal menghampirinya. “Kau, Chaerin? Annyeong, selamat datang” “Oh, ne, annyeong” “Jangan sungkan aku seniormu disini, ya aku semacam…wakil pemimpin, kenalkan aku Seunghyun” “Ne oppa…. aku ce…, mmm kurasa tidak usah hehe” “Haha pandai berhumor juga ya kau, sini ku beri tunjuk ke kelasmu”

Di kelas ia duduk dengan canggung melihat semua orang di kelas berbisik-bisik dan melirik-lirik dia. Kupingnya panas, nampaknya ia menjadi perbincangan panas. Tidak tahu harus berbuat apa ia hanya mengambil buku dan membukanya. “Hey baby? Oh jadi ini Chaerin, cantik juga” Chaerin kaget dengan suara laki-laki yang sok inggris itu. Saat ia lihat orang itu, orang itu langsung menjulurkan tangannya “Hey, aku taeyang, senang bertemu denganmu” CL hanya tersenyum dan bersalaman, ia merasa aneh dengan gayanya yang agak berandal. Dosen datang semuanya langsung tertib.

Hari ini ia pulang siang, tiba-tiba “Hey! cepat sekali pulang” “Hehe iya, aku harus mm… beres rumah karena aku ini kan kemarin pindahan” “Oh, wow, sebenarnya aku ingin mengajakmu jalan” Kata taeyang sambil mengigit bibir bawahnya “Besok2 saja bisa kan? Mianhe Taeyang-ssi” “Oh! It’s… yeah okay, besok?” “Bisa….kayaknya” “kalau begitu, sampai berjumpa besok Chaerin”

Chaerin hanya melihat Taeyang melangkah sampai ia tidak melihatnya lagi ia pikir…. “Bad boy style, lumayan juga”

—-

Halo ini FF part 2 gw, masih belajar sih, sori aja kalau masih ada yang salah hehe. Masih ada lanjutannya kok, part 3 nysul yah… member -member yang lain bakal lebih di tambahin di part selanjutnya ^^

Satu pemikiran pada “Love is Pain (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s