Love Is Pain (Finale)

Image

Cast :

  • 2NE1 member (All)
  • Taeyang(BIGBANG)
  • Seungri (BIGBANG)
  • JiYoung (BIGBANG)
  • Seunghyun (BIGBANG)

Genre : Romance

Saat ia buka pintu lalu melihat 2 orang itu, ia menjatuhkan bukunya dengan ekspresi muka yang seperti melihat hantu.

“O-o-opp-opppa…..!!”

Part 3…

CL POV

Itu kan…. eh tapi mengapa mereka saling kenal? Bentar! Sepertinya ada yang mengganjal di pandanganku terhadap mereka. ASTAGA! Bom unni menggandeng Seungri oppa? Sebenarnya mereka ada hubungan apa? Ini… tidak bisa dipercaya. Mana mungkin Seungri kenal dengan Bom.

“Oh CL-ssi! Ini aku Seungri, masih ingat kan?”. Aigoo… mana mungkin aku melupakan orang yang kutunggu-tunggu selama ini, tapi kenapa aku bingung harus menjawab apa. Mataku bukannya melihat Seungri oppa malah pada tangan Bom yang sedang mengandeng Seungri. “Kau tidak ingat?”. Aku ingat oppa, aku ingat!! Kenapa kau terus bertanya, aku bukannya tidak ingin jawab tapi entah kenapa aku senang dan cemburu saat ini. OMG! Eottokhee! Eottokheeee……. Nah aku tahu sekarang harus berbuat apa.

“Hya CL-ssi jangan kabur” Aku mendengar suara Seungri memanggilku. Sekarang aku berdiri di depan perpustakaan, ya di balik tembok perpustakaan untuk menghindari mereka, menghindari pemandangan sialan itu. Omo! ku pegang pipiku ternyata ku sudah menangis. Kucoba untuk tidak menunduk, ternyata ada sepatu seorang lelaki, ternyata dia…

Seungri POV

“HYA lepaskan! Kau bilang ingin mengajakku menemui CL, kau lihat hasilnya! Dia kabur karena gadis aneh sepertimu!” Biar saja aku memaki seniorku, memang dia aneh, perempuan aneh. Masa hanya mengajakku tour di kampus ini pakai pegangan tangan? F.R.E.A.K. Aku tahu CL pasti kaget melihat ini.

Hari ini aku sengaja kesini dari liburanku di Jepang untuk bertemu CL dan mendaftar menjadi murid baru disini. Kepala sekolah bilang kalau aku perlu melihat keadaan kampus ini bersama keponakannya, yah si wanita sialan ini, Park Bom. “Apa? APAAAA? Jadi kau menyalahkanku, itu hal biasa Seungri-ssi! Lagian urusanmu mau bertemu dengan gadis cengeng itu bukan masalahku kan? Sudah cukup kelilingnya ya, aku ingin ke kantin”. Heh! Sialan wanita ini, pergi saja, kalau perlu tidak usah melihatku lagi. Nah kan! Aku jadi lupa harus menyusul CL.

Author POV

Seungri langsung lari keluar untuk mencari CL. Dan ternyata ia mendapati CL sedang berdiri dengan seorang pria yang tidak ia kenal. Lelaki itu memegang pipi CL seperti mengusapkan sesuatu. Seungri merasa sesuatu yang tidak enak dalam dirinya. “Kenapa aku harus melihat CL seperti ini……  Mengapa juga aku harus….. Aigoo! Aku ini kenapa?” Seungri berbicara pada diri sendiri, merasa ada yang salah dalam dirinya. “Ya! CL…CL”. Seungri memanggil dan saat itu juga lelaki itu pergi menjauhi CL.

Seungri berlari ke CL. “CL! Aigoo kenapa kau lari tadi, kau kaget yah aku disini?”  “Oh? Annio oppa, aku sudah tahu kau kesini. Kok kau bisa berpegangan tangan dengan seniorku, Bom unni?”  “Eoh? anni! Itu dia mengajakku untuk keliling kampus ini, memangnya mengapa?”  “Hm? anni, keliling kampus kan bisa bersamaku?”  “Oh, sebenarnya aku akan belajar disini, Chaerin-ah”  “Wah? daebakk”  “Kau ingin makan? Aku lapar, sekarang aku sudah tahu dimana kantinnya, kajja!” Kata Seungri pamer dan menggandeng tangan CL ke kantin.

CL POV

Mengapa kau tidak tahu aku menyukaimu, bukankah aku sudah…. benar! Aku belum menyatakannya. Bodohnya aku, aku cemburu oppa….cemburu! Kau tidak tahu kalau sekarang dan nanti aku menjadi seorang pencemburu untuk mengejar dirimu. Oppa! coba saja kalau kau tahu, nanti aku janji aku akan memberitahumu. Tapi aku senang bisa bertemu denganmu, aku juga senang kalau aku pernah melihat, mengenal, berbicara, memegang, bahkan yang paling aku senang, aku bisa mencintaimu. Oppa, sekarang aku mencintaimu bukan menyukaimu lagi.

“CL, kenapa tidak dimakan? Daritadi baca buku saja, mana halamannya itu melulu daritadi” Seungri mengagetkanku dan menyadarkanku dari lamunanku. “Ah anni, ini tugas jadi aku harus memahaminya”  “Buku itu tugas? Aku baru tahu kalau disini ada tugas tentang meneliti novel percintaan” Hah? percintaan? novel? Saat kulihat… Astaga aku salah bawa buku! Kenapa jadi buku novel? Aku malu. Ah sudah makan saja.

“Oh CL? Kalau pria tadi siapa?” Akhirnya Seungri bertanya padaku. “Itu Taeyang teman sekelasku. Kenapa?”  “Oh… Tadi kok dia megang-megang pipimu?” Bagaimana dia tahu? Dia mengikuti sebelum dia memanggilku tadi, jawab apa ya? *Kring….Kringg…* Wah bel menyelamatkanku! “Maaf oppa, aku ke kelas dulu, nanti bertemu lagi pulang sekolah yah”…… *Hening*……..

Hening…

Dan masih h-hhe….”CL!” (Ternyata engga-__-)  Astaga dia memanggilku! “Mwo?”  “Aku pulang dulu yah” Aku membalikkan badan, pulang? “Ah anni CL-ssi aku tunggu di parkiran yah”  “Annyeong” Maafkan aku Seungri oppa harus memegang tanganmu hehe ^^

Seungri POV

Astaga dia memegang tanganku sebelum dia masuk kelas, maksudnya apa? Jantungku berdebar amat kencang lebih baik aku cepat lari ke parkiran.

CL…. coba saja kau bisa kujadikan teman curhat, entah apa yang membuatku merasa suka denganmu sebenarnya tanda-tanda ini ada saat akhir-akhir kelas 3 SMA. Dari aku mengedipkan mata padamu…saat aku menggendongmu dan membocengmu waktu kau pingsan…saat aku berbicara bersamamu…saat kita jalan bersama dan makan daging…saat aku melihatimu di kelas…saat kita makan dikantin. Coba saja kalau kau sudah sadar tanda-tanda itu, kita takkan terpisah lagi sekarang, walau dalam beda tempat tapi satu hati.

*Di kelas

“Oppa! kenapa tadi tidak ada di perpustakaan, katamu aku suruh kesana!” Taeyang bukannya menjawab malah mengacak-ngacak rambut CL. “Sorry. Tadi di panggil sama dosen, sorry yah Chaerin tidak bilang dulu”  “HYA! Jangan mengacak-acak rambutku dong Taeyang-ssi!!!!”  “HAHAHA calm down, jangan marah yah!” Nada Taeyang membuat CL kasihan. “Ne! Arra..arra aku tahu kau selalu begitu. Tugas bagaimana?”  “Hmm…. kata teman-teman disini tidak jadi” CL makin bingung dengan tingkah Taeyang, dari cara jawabnya dan gaya jawabnya. “Oppa aku ke parkiran dulu yah…” “Eh CL!” Taeyang memegang tangan CL. CL kaget, ia hanya melihat tangannya yang dipegang Taeyang . “Kau ingin bertemu dengan Seungri yah?”  “Ne! Memangnya kenapa?”  “Pasti kau senang ada dia kan? Mana dia juga akan sekolah disini, titipkan salamku ke dia yah”  “Oh hmm…Arraseo!”

*Di parkiran

“Oppa maaf menunggu lama” CL berlari menghampiri Seungri. “Iya, kenapa lama?”  “Oh… ada urusan bentar. Oh iyah! Ada salam dari Taeyang oppa”  “Memangnya dia mengenalku ya?”  “Ya jangan gitu juga, dia seperti teman curhatku, aku suka bercerita tentangmu padanya”  “Hmm… lebih baik kita pergi makan saja yuk!”  “Oppa cemburu yah aku bercerita seperti itu” Dengan tertawa meledek CL berkata seperti itu. “Tentu saja, kkaja kita makan aku lapar” Seungri langsung merangkul CL, membuat CL salah tingkah.

“Oppa, kita naik apa kesana?”  “Naik bus saja, tadi aku juga kesini naik itu, habis…. motorku dipakai saudaraku saatku di Jepang sampai sekarang belum dikembalikan”  “Kok malah curhat? Naek mobilku saja”  “Mwo? Mobil?? Car? dari?”  “Ah sudahlah katanya lapar.” Sekaran giliran CL yang menggandeng Seungri untuk pergi ke mobil CL.

*Di jalan

“Kau dapat ini darimana? Hebat!” Seungri kagum dengan mobil CL. “Appa membelikannya padaku”. Suasana di mobil hening, yang terdengar hanyalah suara mobil yang dilewati oleh CL. Saat CL menyetir Seungri hanya melihatinya dengan senyum manisnya itu. “Oppa kita mau makan dimana?” Keheningan itu pecah dengan suara CL. Seungri bukannya menjawab malah masih melihatinya. CL memang cantik ditambah lagi gayanya yang sekarang  keren, pertama kalinya ia melihat CL mengendarai mobil memakai kaca mata hitam, seperti Seungri tidak dapat berpaling melihati CL. “Oppa!!!” Teriakkan CL Membuat Seungri gugup dan menjawab… “Hmm….. Aku juga bingung”  “Tempat ahjumma langganan oppa bagaimana?”  “Hmm… boleh”

*Di sekolah

Taeyang diajak Dara untuk bertemu Bom. “Untuk apa? Sudah cukup untuk yang tadi!”  “Tapi Taeyang… ini soal tadi penting!”  “HYA! Dara, Itu penting? Hal sebusuk itu penting? Kenapa juga kau harus berteman dengan si Bom sialan itu, hah?”. “Sialan? Tapi aku tidak sesialan perempuan itu Taeyang-ssi” Tiba-tiba ada suara perempuan di depan pintu. Perempuan itu menghampiri Taeyang “Ini penting Taeyang, bukan busuk! Oh iya aku ingin berterimakasih dengan aktingmu tadi, rencanaku berhasil sih walaupun tidak sebagus yang kukira” Kata Bom menggoda Taeyang. “Aku tidak akan membantumu lagi yah! Ini juga terakhir kita bertemu” Taeyang membantah dan membuat Bom makin marah. “Ingat aku melakukan ini karena aku takut kau direbut wanita itu, CL!” Bom menggebrak meja. “Ingat juga yah, kita ini mantan, sudah tidak ada hubungannya lagi, lagian apa urusanmu kalau aku menyukai Chaerin hah? Bahkan dia lebih baik darimu!”  “DENGAR TAEYANG! Kau juga menjauhiku karena wanita itu kan? Aku benci denganmu!” Taeyang menggebrak meja membuat Dara kaget. “Kau !! Ingat yah kita sudah putus sebelum dia datang, kau tidak perlu berurusan denganku, aku juga sebaliknya”  “Kenapa kau marah sekali denganku?” Dengan beraninya Bom memeluk Taeyang dari belakang. “Kalau kau tidak mau membantuku lagi seperti di perpustakaan tadi, Chaerin akan sakit hati selama bersekolah disini” Bom berbisik jelas di kuping Taeyang, sampai-sampai membuatnya terngiang.

“Bom sudahlah kita harusnya jangan terlalu berlebihan” Dara mencoba menyelamatkan Taeyang dari sahabatnya itu. “Dara sayang, kukira kau bisa diam sejenak” Bom tersenyum jahat pada sahabatnya, Dara semakin muak dengan akting-aktingan Bom ini. “Coba kau bayangkan, kalau kau ikut dengan rencanaku, rencanaku yang membuat CL sakit hati dengan Seungri. Kau bisa merebut hatinya CL kan? Setelah rencanaku yang membuat CL sakit hati dengan Seungri, CL akan bersamamu terus dan menganggapmu sebagai teman satu-satunya, setelah ia rasa Seungri mengkhianatinya. Nah disaat itu kau dekati dia….kau pengaruhi dia untuk dia menyukaimu…..yah….bisa dibilang ‘mungkin’….”  “Mungkin apa?” Taeyang memotong “Kau bisa jadi namjachingunya, arraseo?” Kata Bom dengan angkuh sambil membersihkan kotoran di kuku-kukunya. “Kutunggu besok pagi-pagi sebelum masuk kelas di ruangan ini, Bye Taeyang!”. Bom menutup pintu dan membiarkan Taeyang di dalam bersama Dara.

“Taeyang, rencananya memang busuk, sebenarnya aku juga tidak setuju” Kata Dara seakan-akan mengkhianati sahabatnya. Taeyang hanya diam dan tidak menjawab. “Tapi kau bisa lihat sisi positifnya kan? Jujur, aku ada di pihakmu, CL, tapi tidak untuk Seungri”  “Kenapa?”  Taeyang langsung melihat Dara dengan serius. “Karena aku belum tahu Seungri itu yang mana, kalau aku tahu dan mulai mengenalnya mungkin aku dipihaknya”  “Astaga, Dara noona, kau ini benar-benar! Aku keluar dulu yah” Taeyang mengambil tasnya lalu keluar. “HYA! Taeyang, kau tidak menungguku! Menyebalkan!” Dara juga langsung menyusul Taeyang.

Dalam hati Taeyang berkata…“Tapi benar juga sih, kalau CL sakit hati dengan Seungri. Dia bisa jadi milikku karena aku yang selalu melindunginya dari gadis busuk sialan itu dan juga….Seungri! Yah aku ikut dalam rencana itu saja, cinta harus diperjuangkan kan?”

*Di restoran*

“Aigoo nampaknya ada pelanggan baru hah?” Kata ahjumma itu meledek Seungri yang baru datang dari Jepang. “Hya! ahjumma, aku kangen sekali dengan tempat ini” Kata Seungri. “CL, kau tidak membawa saingan Seungri?” Ahjumma itu mengedipkan mata pada CL. “Aigoo… ahjumma ini, saingan apa, itu teman!” CL tidak enak kalau Seungri tahu. “Siapa?” Seungri bertanya pada ahjumma maksud mereka. “Itu teman kuliahnya, siapa yah namanya…Taeyang!” CL langsung menunduk mendengar ahjumma itu menyebut nama lelaki itu. “Pesan seperti biasa kan?” Kata ahjumma seperti biasa, cerewet.

Mereka pun duduk di tempat biasa. “Kau mengajak Taeyang kesini?” Seungri mulai menunjukkan aura tidak enaknya. “Iya, memang kenapa?”  “CL!”  “Oppa, seperti ada sesuatu tidak enak dengan Taeyang” Kata CL membantah Seungri. *Seungri, dalam hati* “Aku lupa, aku belum mengatakan sebenarnya tentang perasaanku, apa boleh buat, CL boleh-boleh saja berkata seperti itu kepadaku”. “CL! K-kau mau tidak jadi yeoj-ja….”  “Makanan sudah datang! Silahkan menikmati” Ahjumma mengacaukan perkataan Seungri pada CL. “Gomawo ahjumma! Enak yah nampaknya, oppa? Kenapa bengong cepat makan, katanya lapar” Senyuman CL membuat Seungri tidak terlalu kesal lagi.

*Di jalan

“Aku saja yang menyetir yah” Kata Seungri menarik tangan CL lalu mengambil kunci mobil dari tangannya. “HAH? Rumah oppa kan jauh, lebih baik aku yang menyetir saja, agar aku bisa menghantarmu pulang”  “Ah kata siapa? Eommaku bilang aku akan tinggal di kos-kosanku mulai hari ini, soalnya besok sudah mulai kuliah”  “Mwo? Jinjja? Kos-kosan dimana?”  “Dekat rumahmu kata Eommaku, sengaja ia beri tempat disitu”  “Jinjja?”  “Kkaja nanti appamu mencarimu, aku yang nyetir yah” Seungri langsung memencet tombol kunci mobil. Entah kenapa CL hari ini benar-benar senang. Ia merasa seterusnya akan lebih senang karena ada Seungri di sampingnya.

*Di sekolah

“Hya CL! Tadi kok kau datang dengan Seungri?” Taeyang sudah menanyakan hal itu pagi-pagi, bukannya menyapa CL. “Oh, dia tinggal dekat rumahku, oppa! Kau tahu kan dia akan kuliah disini!”  “Yah aku tahu” Muka Taeyang langsung lesu. “Hya jangan cemburu seperti itu, kau tidak mau apa aku senang?” CL menggoda Taeyang. Taeyang hanya memberikan senyuman.

*Di kantin

Saat CL mengambil makanan ia dihampiri oleh Seunghyun, lagi dan lagi. “Kau begitu ceria hari ini, kalau kulihat, ada apa?”  “Oh Seunghyun oppa! Ah… kau tahu kan anak baru Seungri”  “Ne! oh… arra..arra! Kau menyukainya yah?”  “Yah… dia itu teman SMA-ku dulu hehe, aku kesana dulu yah oppa”

Saat CL berbicara dengan Seunghyun dari jauh Bom melihatnya. “Sialan! Taeyang kau rebut sekarang Seunghyun oppa juga? Maunya apa kau ini? Huh” Bom mencari-cari Dara tapi tidak ada. Malah yang ia lihat si Seungri, ia tahu harus berbuat apa. Ia melirik CL masih mengambil makanan. Tepat sekali.

“Seungri-ssi!” Bom langsung duduk disebelah Seungri. “Aigoo kau lagi, mau apa? Jangan duduk disini. Ini tempat Chaerin-ku!” Kata Seungri sambil menyikut Bom. Bom tidak peduli, matanya tertuju pada CL, yap! CL sedang berjalan ke arah mejanya dan saatnya akting. “Kau diam yah!” Kata Bom mengancam, lalu ia merangkul Seungri. “HYA! Kau ini apa-apaan sih?”

Dari jauh CL hanya bengong melihat mereka berdua. “Lagi-lagi dia! Dengan beraninya duduk disebelah Seungri oppa dan sekarang merangkulnya!!” CL melihat mereka berdua seperti bercanda-canda dan dengan kaget CL melihat….”Astaga! Berani-beraninya Bom memegang pipi Seungri, b**ch memang!!!” Tiba-tiba tangan CL seperti ditarik seseorang untuk menjauhi pemandangan itu. “Aigoo! Taeyang oppa!”  “Sudah ikut aku, aku tahu kau tidak suka dengan pemandangan alam tadi” Mereka pun duduk di meja lainnya yang jauh dari Bom dan Seungri. “CL! Kenapa mengangis…pasti!”  “Anni oppa anni!” Lagi-lagi Taeyang menghapus air matanya dengan tangannya. CL berhenti menangis dan menatap Taeyang.

CL POV

Astaga tangannya…. Entah kenapa dia selalu ada saat aku sedih begini. Coba saja kalau Seungri begini kepadaku. Taeyang oppa selalu ada disisiku sebagai pengganti Seungri. Sedangkan Seungri, aku tahu dari dulu ia suka menggoda wanita cantik, tapi kan aku menyukainya. ADUH CL KAU MEMIKIRKAN APA. “CL, bel 15 menit lagi, kau kan makan lama cepat habiskan nanti kena maag lagi” Oh astaga bahkan Taeyang tahu kebiasaanku dan penyakitku selama ini, seperti appaku saja padahal baru kenal beberapa bulan. Seungri oppa tahu kebiasaanku seperti Taeyang  tidak yah?  Apa aku harus mencoba berpaling dari Seungri dan menyadari ada Taeyang disisiku?

Author POV

Sekarang, sudah beberapa bulan CL tidak terlalu dekat Seungri, saat di kantin ia hanya duduk bersama Seunghyun atau Taeyang atau bahkan CL suka dikerumuni oleh teman sekelasnya yang lain. Kalau bertemu, CL dan Seungri hanya tersenyum, karena CL tahu Seungri sudah begitu dekat dengan Bom makanya ia harus jaga jarak karena CL tidak suka dengan Bom. Pastinya ia selalu sakit hati, bahkan ia dendam dengan Bom. Cintanya… begitu menyakitkan.

Dari beberapa bulan ini ada 2 kejadian lagi yang membuat CL patah hati dan menangis. Saat itu Bom dan Seungri sedang bercanda lalu CL tidak sengaja melihatnya. Lalu saat Seungri jalan pulang bersama dengan Bom, CL benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Tapi yang pasti, Taeyang ada sisinya. Saat itu Taeyang selalu mengikuti rencana Bom untuk menghibur CL. Taeyang merasa itu berhasil juga, lumayan.

Saat kejadian Seungri becanda dengan Bom, Taeyang memanggil CL agar CL tidak terlalu melihatnya. Baiknya, saat itu CL merespon panggilan Taeyang dengan senyuman dan berlari memeluk Taeyang. Saat kejadian Seungri pulang dengan Bom, Taeyang mengajak CL jalan agar CL senang. Nyatanya, CL benar-benar senang, sampai-sampai CL tertawa terbahak-bahak tanpa henti dengan kejadian lucu dari Taeyang.

Tapi entah bagaimana cerita tentang CL yang mencintai Seungri dan entah bagaimana cerita tentang janji CL dan Seungri yang saling mencintai. Sepertinya CL sedikit-sedikit melupakan kenangan tentang Seungri dari SMA sampai kuliah. CL merasa Seungri menyukai Bom, tapi sebenarnya tidak. Seungri juga tidak menyadari kalau ia dipengaruhi Bom untuk menjadikannya lebih hancur lagi. Tapi Seungri tidak merasa sebal lagi dengan Bom, ia tidak menganggap Bom sebagai pacarnya atau lainnya melainkan hanya teman. Dan sebenarnya juga Seungri heran dengan tingkah CL yang tidak mau menyapa, berbicara, bahkan menjauhinya.

*Di kantin

Hari ini CL duduk dengan Seunghyun. Mereka berbincang-bincang soal kampus sampai-sampai orang yang dia suka. “Oppa kelihatannya pendiam sekali di kampus ini” Kata CL sambil mengunyah roti isinya. Tiba-tiba datang Taeyang ikut meriung duduk di sebelah CL. “Haha benarkah? Aku tidak merasa!” Kata Seunghyun malu. “Itu termasuk dari tingkah Bingu Seunghyun” Taeyang meledek dan semua tertawa. “Oppa kalau di kampus ini suka siapa?” Kata CL dengan nyolotnya. “Hm… sebenarnya sih dengan Bom, dia cantik dan punya suara bagus, aku pernah dengar dia nyanyi, cuman saja aku tidak suka sifatnya”   “Kok bisa? Orang sekalem oppa menyukai dia. Tapi kenapa tidak suka sifatnya? Lalu kenapa suka kalau tidak suka sifatnya?” Kata CL heran. “Yah mau bagaimana lagi? Namanya cinta kan tidak bisa di bohongin CL, kalau cinta yah cuman tertuju pada hatinya, udah tidak peduli dengan lain-lainnya, yang penting perasaan kita dengan orang itu juga” Seunghyun oppa menyadari CL akan cintanya pada Seungri. CL melihat kebelakang, ia mencari tempat duduk Seungri. Oh… ternyata duduk bersama Dara dan Bom. Ia memikirkan perasaan Seungri kepada dirinya, apakah sama? “Chaerin! cepat makan!” Taeyang memegang pipi CL agar CL melihatnya, tidak melihat Seungri lagi. “Oh Ne oppa!”. Seunghyun yang melihat tingkah mereka berdua tersenyum “Kalian berdua…. ada yang aneh”  “Mwo hyung? aneh? aku dan CL? Aneh apanya?” “Ah anni, aku ke kelas dulu yah, annyeong CL, Taeyang” Taeyang dan CL hanya heran melihat tingkah Seunghyun.

Tiba-tiba…. *Drrtt..Drrtt..*

“Yeobboseo?” CL menutup mulutnya agar tidak terlalu keras suaranya. “Mwo? Jiyong oppa kesini? nanti akan menjemputku?” CL memandang Taeyang dengan kaget “Ada apa?” Kata Taeyang berbisik. “Oh Ne! Arraseo appa, annyeong!” CL menutup telepon. “Siapa lagi yang kesini?” Kata Taeyang. “Ini oppaku yang di Hongkong katanya akan kesini menjemputku. “Yah.. padahal aku ingin mengajakmu pergi, kenalkan aku dengan oppamu yah!” CL heran mendengarnya, hanya tersenyum.

*Di parkiran

“Mana oppamu?” Kata Taeyang tidak sabar berkenalan. “Tidak tahu…..mm……oh itu dia! Oppa!” CL melambai-lambaikan tangannya. Begitu juga orang itu. Mereka menghampiri orang itu. “CL kau sudah tumbuh besar yah” Kata oppa CL yang namanya Jiyoung itu. “Aigoo oppa juga, kenalkan ini Taeyang temanku?” Taeyang dan Jiyoung bersalaman “Teman? apa Pacar?” Kata Jiyoung meledek. “Oppa! Cepat langsung pulang saja!!!” Kata CL menarik tangan oppanya. “Taeyang-ssi!”. Tiga orang itu terdiam melihat seorang wanita yang berlari ke arah mereka. “Taeyang aku ingin bicara dengamu” Kata Dara dengan nafas terengah-engah. “Ada apa? Aku ada urusan” Kata Taeyang seakan-akan menolak. “Ini penting Taeyang!”. Dara melirik CL dengan seorang pria yang menurut Dara…lumayan juga “Itu siapa?” Kata Dara berbisik kepada Taeyang. “Oh ini Jiyoung, oppanya CL. Jiyoung ini temanku juga”. Dara senyum-senyum daritadi melihat orang itu. “Annyeong, Dara imnida!” Kata Dara dengan manisnya. “Aigoo kau manis sekali yah, Nan Jiyoung!” Kata oppanya CL. CL hanya tertawa melihat oppanya melihati Dara terus. Seperti orang yang suka pada pandangan pertama.

*Di jalan

“CL! Wanita yang tadi temanmu?”   “Iya, dia seniorku, kenapa oppa suka?” CL meledek. “Yah sepertinya!” Kata Jiyoung dengan datarnya. Jiyoung ini orangnya cuek, ia akan berkata apa semaunya tanpa memedulikan apa kata orang, asal perkataannya tidak menyakiti lawan bicaranya. “Woaa~ Oppa! Dia manis, cantik, baik lagi, yah lumayan untuk merubah sikap oppa selama ini” CL lagi-lagi menggoda oppanya. “Kau mau aku turunkan disini saja? Apa itu..itu di depan tong sampah huh?”  “HYA OPPA adanya aku yang menurunkanmu, aku kan sedang menyetir!”

*Di sekolah

Dara dan Taeyang memasukki ruangan kosong untung berbicara sesuatu. “Taeyang, seperti CL sangat sakit hati”   “Aku rasa tidak lagi, aku rasa rencananya Bom itu manjur”   “Jadi selama ini kau mengikuti rencananya?”  “Iya, kok? Kau nanya seperti itu, kau kan sudah tahu”   “Tidak, aku dan Bom sudah tidak terlalu dekat lagi, gara-gara aku tidak setuju dengan rencana kalian”  “Kok bisa? Tapi baguslah jadi kau tidak dipengaruhi lagi”  “Iya tapi jadi kau yang terpengaruh oleh Bom!”   “Aku? Tidak, aku melakukan karena aku harus memperjuangkan cintaku pada CL, ini caraku Dara!”   “Tapi kau tahu, kalau kau mencintai dia kau harus melihat dia bahagia, jujur saja aku memperhatikan CL dan Seungri saat istirahat”   “Ya..ya..ya! Kau melihatnya kalau CL kadang-kadang melihat Seungri, kan?”  “Dan Seungri kadang-kadang juga melihat CL, sebenarnya Seungri tidak suka Bom, dia juga hanya menganggap Bom teman, tolong beritahu soal ini pada CL, kalau kau ingin CL bahagia” Dara memohon amat sangat kepada Taeyang.

Dara orangnya peduli, ia tahu bagaimana yang orang rasakan, contohnya CL dan Seungri. Masalah dengan Bom, sebenarnya masih jalan bersama Bom karena ia tidak mau anak-anak kampus tahu kalau mereka sedang ada masalah. Reputasinya bisa hancur sebagai primadona, begitu juga dengan Bom. “Heh! Cari orang lain saja untuk memberitahu!” Taeyang langsung pergi dan meninggalkan Dara sendirian, tapi di depang pintu Taeyang… “Oh iya, dari matamu tadi nampaknya kau menyukai Jiyoung” Taeyang melanjutkan langkahnya keluar. “HYA! Itu bukan urusanmu!” Dara berteriak. “Tapi mungkin juga kau benar!”

*Di rumah CL

“Annyeong appa” CL melepas sepatunya sambil menyapa appanya. “Kalian pasti main dulu yah, nih appa bikinkan coklat hangat kesukaan Jiyoung” Jiyoung langsung lari ke meja makan. “Astaga anak itu dari dulu sama saja” Kata CL melihat tingkah oppanya. “CL! Tadi Minzy telepon ke rumah katanya kau tidak membalas smsnya” Kata appa CL. CL mengecek teleponnya..BENAR! ada 22 pesan dari Minzy ia lihat satu-satu isinya hanya “CL! Aku tunggu kau di Mall seperti biasa”. “Oh appa! Aku harus menyusul Minzy” CL langsung memasang kembali sepatunya. “Astaga enak sekali, pergi lagi diizinkan” Jiyoung iri. “Ya tidak apa, dari pada aku harus mengizinkanmu, kau ini suka maen sampai malam” Kata appanya meledek Jiyoung.

*Mall

“Minzy! Mianheyo!! Aku tidak mendengar ada SMS abis teleponku di-silent”  “Oh tidak apa aku juga baru datang 6 menit yang lalu”  “Wah tumben kau tidak marah” CL meledek Minzy. Biasanya kalau CL telat Minzy suka kesal.

Mereka duduk di cafe langganan mereka di Seoul. Seperti halnya anak perempuan, pasti membicarakan tentang lelaki atau hal yang menunjukkan dunianya sendiri. “Kau dengan Daesung bagaimana?” CL penasaran keadaan mereka berdua. “Aku? Kita sering keluar bareng seperti halnya kau dengan Seungri dulu.”   “Minzy! Kau berpacaran dengannya?”  “Yah semacam itu, kalau kau dengan Seungri bagaimana?”  “Yah begitu tambah buruk, apalagi dengan wanita bersama Bom”. Berjam-jam mereka disana untuk mendengarkan cerita dari CL. Sampai saatnya mereka pulang.

“Minzy, kau harus tetap jaga kesehatanmu yah, sudah lama tidak bertemu aku kangen sekali denganmu, aku seperti sendirian” Kata CL sambil memeluk sahabatnya itu. “Ahaha! CL aku juga, kan kau cerita tadi ada Taeyang oppa yang selalu ada saat kau sedih, katamu kau merasa tidak kesepian kalau ada dia, Chaerin”  “Iya Minzy, Gomawo!”  “Jaga kesehatanmu juga yah, nanti bertemu lagi kalau kita liburan”. Akhirnya mereka terpaksa berpisah karena waktu tidak mengizinkan.

 *Esok pagi

“Appa, oppa! CL berangkat dulu!” CL bergegas memakai sepatu. “CL! CL! Sebentar appa ingin mengajakmu bicara sebentar, kemari!” Appanya membuat CL mendebarkan jantungnya. Seperti ada hal yang serius. “Begini, jadi appa menyuruh oppamu kesini untuk menjemputmu” CL melirik Jiyoung yang duduk di depannya. “Jadi appa ingin lusa, kau berangkat ke Hongkong untuk melanjutkan kuliahmu, hanya 1 tahun 3 bulan Chaerin” Appanya memberi CL muka penuh harapan. Nampaknya appanya ingin CL berkuliah disana untuk kebaikan CL juga. Dengan yakinnya CL menjawab “Baiklah, lalu appa di rumah dengan siapa?”   “Appa kan sudah biasa di rumah sendiri. Maaf CL, appa hanya ingin kau menjadi orang yang sukses saat kembali kesini dan melanjutkan bisnis appa”. Tuh kan benar, itu maksudnya, untuk masa depan CL. “Kan ada Jiyoung oppa?”. CL heran. “Jiyoung kan akan membuat bisnis sendiri, membuka cabang perusahaan appa di Hongkong, jadi kau mengurus yang di Korea seterusnya yah.”   CL heran dengan pemikiran appanya yang sejauh itu. “Oh iya Chaerin! Besok kita ke eomma untuk ijin pergi yah” Kata Jiyoung sambil beranjak meninggalkan ruangan.

*Di sekolah

“Oh iya, aku tidak memikirkan kabar Taeyang kalau aku di akan meninggalkan dia, Seungri juga bagaimana? Seunghyun? Dara? Oh iya Seungri! untung aku membawa barang itu terus!” Kata CL dalam hati sambil melanjutkan novel yang ia baca. “Hey CL! Mukamu murung gitu?” Taeyang tiba-tiba duduk disamping CL. “Oppa! Lusa aku akan ke Hongkong!”. CL memandang Taeyang hampir menangis. “Kenapa secepat itu? Terus aku bagaimana?” Kata Taeyang takut ditinggal CL. “Oppa! Aku juga tidak harus berbuat apa, yang pasti aku akan kangen dengan kalian, hari ini terakhir kita bertemu oppa!” CL tiba-tiba memeluk Taeyang di tengah keramaian kelas.

Seungri POV

DEG! Entah aku ini kenapa? Jantungku seakan-akan merasa ingin copot melihat apa yang aku lihat (?). CL, dia tidak mungkin seperti itu. Pasti kalau bukan karena sedih atau karena aku…. yang selalu menyakiti hatinya. Aku melihat mata CL yang berkaca-kaca saat memeluk Taeyang, sepertinya ada sesuatu yang CL sembunyikan dariku.

Selama ini gara-gara Bom, mau bagaimana lagi? Ini demi CL selamat, supaya CL tidak sakit hati lagi oleh Bom. Charin-ahh! Aku mencintaimu…Aku merindukanmu…. Kau tidak tahu yah kalau aku juga sering mengawasimu saatku tak bersama lagi dengan Bom. CL…. Ini tidak akan lama sampai dendam Bom padamu hilang, SEBENTAR LAGI! Maaf aku tidak bisa mendekatimu bahkan membelamu. Aku baru tahu akhir-akhir ini mengapa Bom seperti itu. “Seungri!!!” Nampaknya ada yang memanggilku. Ahh… ternyata si Bom lagi. Sepertinya dia mengajakku ke kantin, buat apa pagi-pagi ke kantin kan masih sepi…

Tiba-tiba Bom berhenti di depanku… “Seungri! Aku menyukaimu!” Apa? Dasar wanita ini! “HYA! Aku tidak menyukaimu!” Aku bilang saja begitu. “TAPI AKU MENYUKAIMU TIDAK MENYADARI ITU APA??” Astaga teriakkannya, kalau CL mendengar bagaimana ini. “Kau kan suka dengan Seunghyun kenapa jadi aku? Mungkin kau salah orang! Aku ini Lee Seung Hyun bukan Choi Seung Hyun!”. Aku melihat sekeliling belum ada orang tapi ada sebuah bayangan orang….. OMO! itu Seunghyun hyung! “HYA HYA! Kau kemari!” Aku memanggil dia dengan bisikan tapi kurasa Bom tidak mendengarnya. Seunghyun menyamperiku “Ada apa hah? Mau pamer, aku sudah tahu semuanya” Dia langsung salah sangka, astaga. “Seungri kenapa kau tidak menjawab!” Aduh jangan sampai Bom membalikkan badan dulu. “Sudah kau menggantikan posisiku disini CEPAT hyung! Aku tahu kau iri dan aku tahu kau menyukai gadis ini” Kataku berbisik. Aku pun lari ke balik tembok. Seunghyun berdiri di posisiku tadi, biarkan saja. Kali ini aku mengerjai Bom.

“HYA!” Haha aku lihat Bom membalikkan badan dan ia kaget, ini lucu sekali. “Oh Seunghyun! Kenapa kau disini? Mana Seungri?” Suara Bom ingin membuatku tertawa. “Aku mencintaimu Bom noona!” Astaga Seunghyun hyung benar-benar berkata seperti itu? B-bagaimana bisa? Aku memperhatikan mereka dengan TELITI! “Sebenarnya aku juga” Hah? Bom ini benar-benar gadis aneh katanya dia suka padaku, kenapa malah berkata begitu padanya Aigoo…. lihat kan? Dia ini gadis aneh, menyebalkan dan yah… begitulah “Tapi mengapa kau bilang tadi suka dengan Seungri?” Wah mulai adegan serunya! Seunghyun hyung beraksi. *BRUKK Aku tidak menyangka akan drama-drama ini. Bom memeluk Seunghyun? Ah sudahlah! tidak penting yang penting sekarang aku sudah bebas dari si Bom itu, aku ingin segera memeluk CL juga.

Author POV

*Di parkiran

“Aduh mana sih Chaerin? Lama sekali, minta ijin aja lamanya kayak mengantri sembako” Jiyoung menjeput CL untuk mengemas barang ke rumah eomma mereka dahulu sebelum ke Hongkong. “ADUH! Ngapain sih dosen menyuruhhku membawa buku sebanyak ini?” Di sebelah kanan sana ada Dara yang membawa buku banyak sekali, sedangkan Jiyoung hanya memperhatikan Dara. Dara sibuk melihat bukunya tidak melihat jalan, sehingga BRUKK…… bukunya jatuh semua. “Oh noona! Biar aku bantu” Jiyoung mengambil buku-buku yang berjatuhan sampai tidak sengaja tangan mereka saling bersentuhan untuk mengambil buku yang sama. “Oh maaf, aku merepotkanmu” Kata Dara dengan gugupnya. Bukannya melepas tangannya Jiyoung malah memegang tangan Dara. “Kau… entah kenapa saat melihatmu kau begitu cantik dan sepertinya aku menyuk-kka..!”  “Jiyoung oppa maaf lama” Tiba-tiba omongannya terpotong dengan teriakkan CL. Haha! Mungkin itu akibatnya, sifat Jiyoung yang terlalu menyolot dan cuek. CL berlari ke oppanya dan.. “OMG! Oppa kau menjatuhkan buku-buku Dara eonni?” Kata CL kaget. Mereka berdua langsung saling melepaskan tangan. “Tidak tadi dia yang menjatuhkannya, Dara! Aku ingin pergi dulu yah” Kata Jiyoung menggandeng CL. “Eh tunggu, kok pulang? Kan masih pagi!” Dara heran. “Aku akan pergi ke Hongkong dengan manusia ini eonni” Dara kaget mendengar CL. Berarti dia tidak akan bertemu dengan Jiyoung lagi. “Kok secepat itu?” Dara melihat Jiyoung dengan tatapan penuh harapan. CL yang melihat Dara dan oppanya saling berpandangan, sepertinya mengerti. “Nanti akan kuberitahu e-mail dan nomor telepon oppaku” Kata CL berbisik pada Dara. “Ah Ne! Kau tahu saja apa maksudku, berapa lama? Chaerin… kita kan belum sempat pergi bersama. Ada hal yang ingin kukatakkan”  “Sudah tidak ada waktu Dara maaf” Kata Jiyoung menarik CL. “Seungri mencintaimu, hanya itu saja, permisi” Dara langsung pergi dengan buku-buku tadi. CL terdiam, perkataan Dara terngiang di telinganya. “Sudah! Tidak ada waktu, nanti terlambat, kita harus mengepak barang” Mereka pun masuk ke dalam mobil.

CL meraih telepon genggamnya untuk SMS Minzy dan Daesung kalau mereka akan ke Hongkong.

*Di kampus

“Hya! Taeyang-ssi, kau jangan bohong mana mungkin jam segini siswa pulang?” Kata Seungri memegang kerah kemeja Taeyang. Ia anggap omongan Taeyang hanya main-main. “Kau perlu bukti, silahkan ke parkiran” Kata Taeyang dengan tatapan sinis ke Seungri. Seungri pun melepas genggamannya dan langsung lari. “Hey Seungri..Seungri..Wait! Ini CL menitipkan ini untukmu” Taeyang memberikan kotak hitam entah isinya apa tapi Seungri langsung lari lagi.

Saat di parkiran ia dapati mobil merah CL berjalan keluar dari sekolah. Apa boleh buat ia ingin menerobos pintu keluar tapi penjaga menariknya masuk karena ini belom jam pulang. “CL!!!! Kenapa kau meninggalkanku hah?” Seungri berteriak dan matanya berkaca-kaca. “HYA! Cepat masuk lagi, disini bukan tempat syuting” Penjaga tersebut menyuruh Seungri kembali ke dalam.

Sambil berjalan kembali ia melihat kotak yang dititipkan pada Taeyang itu. Saat ia buka ingin menangis rasanya. CL membuatkan kalung dari bentuk emblem yang ia sering pakai pada jaket hitamnya waktu itu dan di kotak itu ada surat ‘I LOVE YOU OPPA, Seungri oppa’. Saat ini air mata seungri mengalir dengan sebuah alasan. Ternyata Chaerin mencintainya. “Kenapa ini semua begitu menyakitkan, kenapa cinta begitu menyakitkan!!” Seungri berteriak menggengam erat-erat surat itu.

Beberapa bulan kemudian…

Saat awal CL meninggalkannya ke Hongkong, Seungri mulai menghitung hari dengan mencoret tanggal di kalender dengan target, tanggal CL kembali. Tapi akhir-akhir ini ia tidak melakukannya, ia terakhir melakukannya terakhir saat 4 bulan CL ke Hongkong. Sedangkan sekarang waktu sudah berlalu jauh dan cepat, entah sudah bulan keberapa sekarang, ia tidak peduli. Seungri hanya merindukan CL dan memakai kalungnya tiap hari. Seungri juga di kampus sudah tidak lagi bersama Bom, ia lebih sering bersama Seunghyun.

Taeyang….. ia malah lebih dekat dengan Dara, Bom dan 1 teman lelakinya di kelas. Mereka berubah banyak. Kadang mereka membicarakan CL, kadang mereka berpikiran untuk menyusul CL, termasuk Bom.  Saat pulang sekolah Taeyang suka ke kelas lamanya setelah selesai kuliah dimana ia pertama kali bertemu, berbicara, bercanda, bahkan menghapus air mata CL, untuk mengingat CL dan merindukan CL.

Hari ini kerabat-kerabat CL melakukan hal seperti hari-hari biasa. Khususnya Seungri, tapi kali ini ia harus menyelesaikan tugas akhir di kampusnya. Sehabis istirahat ia berencana untuk ke perpustakaan.

Di perpustakaan ia membaca buku ini dan itu. Kalung yang ia pakai… kadang ia meliriknya. Ia berharap CL cepat kembali dan ia akan memeluknya. Ia berjalan lagi mengambil buku tapi tiba-tiba saat memilih buku ia tidak sengaja menyenggol buku di rak sehingga beberapa buku jatuh. Semua orang di perpustakaan melihatya dan ia merasa gugup, segera ia jongkok dan mengambil buku-buku itu. Saat ia mengambil buku itu ia merasa ada seseorang yang menolongnya. “Kau, tidak usah membantuku, biar aku saja”. Kata Seungri. Tiba-tiba, saat tangan Seungri ingin mengambil buku terakhir, Seungri memegang tangan orang yang membantunya, ia kaget lalu mulai menengadahkan kepalanya. “OMO!!!! Chaerin!!!” Seungri benar-benar kaget melihat gadis di depannya yang tersenyum padanya lalu memeluknya.

_End_

Please, Read this swagger reader!

Annyeong semua, bacanya cape ga? Soalnya sengaja part 4 ini memang panjang banget ceritanya hehe sori. Abis kalau di buat part 5 nanti takut makin aneh lagi ceritanya. Sebenernya di part 4 gw sempet ngubah jalan ceritanya dan gw coba pakai POV-POV, awalnya gak terlalu suka kalau ceritanya ini pakai POV, moga-moga aja kalian suka. Sori juga kalau ada typo atau yang lain-lain. Sengaja juga buat akhirnya kyk gini hehe, soalnya gw mau nambahin epilog di ‘Love is Pain’ ini

Oiya saran nih… Coba deh baca cerita ini sambil denger lagu si Daesung yang Sunny Hill, LOVE, Singer’s Balad, sama Powerful Boy (bwt akhirnya). Soalnya pas gw bikin FF ini sambil denger-denger tu lagu, langsung dapet inspirasi dan nadanya cocok sama ceritanya walaupun gw gatau artiya sih.

Kalau suka jangan sombong, lupa, malu, sungkan itu nge-like gw ga bakal ngapa2in lo kalau ngelike ^^ Kalau mau ngomong sesuatu tentang FF pertama gw ini langsung aja komen, jangan takut, sombong, malu, lupa, sungkan juga yah hehe. Sampai ketemu di epilog sama dia FF-FF berikutnya yah. Kamsahamnida!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s