Love is Pain (Epilogue)

Cast: Seungri (BIGBANG) & CL (2NE1)

Genre: Romance

 

“Mmhhh…..ahhhhhhh” Aku mencoba menghirup udara segar di Seoul bersama orang yang spesial bagiku, Seungri.

Setelah pulang dari Hongkong aku akan belajar di perusahaan untuk meneruskan perusahaan appa, tidak seperti Minzy, Daesung, Seungri oppa, Taeyang oppa, Bom dan Dara eonni, serta Seunghyun oppa, yang menjalani kegiatan sehari-harinya di kampus. Kadang aku merasa bersyukur untuk itu, juga kadang tidak.

“Eoh CL-ssi! Pemandangan disini bagus juga yah” Seungri langsung merangkulku di atas bukit ini, bukit dekat rumah.

Aku memang baru memperkenalkan tempat ini kepadanya, tempatku dengan Minzy saat dulu masih sekolah. Kami sering mendengarkan musik dan makan bekal kami disini, begitu rindunya dengan sahabatku itu setelah sekian lama. Aku juga baru menyadari tempat ini, bagiku, tempat ini tempat orang-orang spesial bagi CL, yaitu aku. Jadi aku mengajak Seungri oppa. Yah anggap saja sebagai refreshing untuk tugas-tugas akhir Seungri oppa.

Sambil mendengar musik kami berdua melihat langit sambil tersenyum-senyum. Kalau aku, memikirkan kisah hidupku sejak bertemu Seungri oppa. Tapi entah apa yang Seungri oppa pikirkan.

“Chaerin sejak seminggu lalu kau datang kembali kesini semuanya sudah berubah” Kata Seungri kali ini memegang tanganku yang kutaruh di atas tanah bukit. “Sepertinya orang-orang yang kita anggap menyedihkan itu sudah mendapat jalannya masing-masing” Aku makin bingung dengan maksud Seungri oppa. Siapa orang menyedihkan itu.

“Maksudku, teman-teman kita” Dia menjelaskan itu setelah aku bertanya dalam hati, seakan-akan ia bisa membaca pikirankku. Ya, benar nampaknya mereka menemukan cinta sejatinya masing-masing…

Dara eonni dan Jiyoung oppa, saat aku di Hongkong, mereka sering berhubungan. Bahkan Jiyong oppaku berencana mengajaknya kencan saat nanti oppa pulang ke Seoul.

Kata Seungri, Bom eonni dan Seunghyun oppa sudah pacaran. Syukurlah, jadi dia juga tidak menganggu Seungri oppaku lagi. Dan kabar baiknya juga, Bom eonni merindukanku saat aku ke Hongkong. Tidak sangka juga!

Sahabatku, Minzy dan Daesung, memang sudah memiliki hubungan. Tapi baru kemarin aku mengatakkan itu pada Seungri oppa sehingga membuat ia terkejut. Ia berpikir, tidak menyangka 2 orang itu bisa begitu. Haha

Tapi, entah bagaimana Taeyang, aku juga masih mempunyai sedikit perasaan padanya. Dari ia melindungiku saat aku sakit hati, menjagaku, menghiburku. Aku rindu saat-saat itu. Tapi… aku sadar aku juga mencintai Seungri. Aku juga bingung harus pilih yang mana tapi entahlah… biarkan saja itu berjalansemestinya, perasaanku ini. Lagi pula sekarang aku harus mefokuskan diri pada perusahaan appa yang tak lama lagi aku kendalikan.

“Yah! CL! Memikirkan apa, daritadi senyum-senyum, beritahu aku!” Seungri nampaknya membaca pikiranku lagi. “Anni oppa, aku senang saja kita bisa bertemu denganmu lagi dan senang bisa duduk di sampingmu” Langsung setelah mengatakan itu, aku memberi ia senyumanku.

“CL…. Bolehkah aku memelukmu sekali…… saja!” Kata Seungri menunjukkan jari telunjuknya. Jujur saja aku kaget. Aku mau tapi aku gugup, jantungku langsung berdebar kencang. *Seet* OMO! S-Se-Seungri oppa langsung memelukku begini.

Aku hanya bisa berkata dalam hati… “Gomawo” Saat ini, saat kau memelukku, kau memberiku kehangatan. Aku meneteskan air mata. Entah kenapa pikiranku mundur kebalakang lagi. Seakan-akan mengingatkanku akan perjalanan cintaku dan memberiku pengajaran seperti….

Ya! Cinta itu buta, tulus, tidak peduli yang lain, yang hanya kita sadari adalah… kita mencintai orang itu. Saat mencintai seseorang pun kita tidak perlu meminta orang itu mencintai kita balik yang pasti… cinta kita memberikan cinta tanpa pamrih.

Cinta juga tidak butuh alasan, menurutku juga buat apa? Menurutku…. itu timbul dari hati seseorang. Sampai-sampai orang kita cintai, kita tidak lihat lagi, fisikya, sifatnya, derajatnya, dan masa lalunya. Yang penting saat ini kita benar-benar mencintainya. 

Cinta juga tidak bisa dipaksakan. Dan kita juga tidak berhak memaksa seseorang untuk mencintai kita sendiri atau seseorang. Rasa sakit… akan menghampiri orang yang dipaksa tersebut. 

Cinta tidak bisa dibohongi. Mulutmu boleh mengatakan “Aku tidak mencintainya lagi” Tapi saat kau merenung, menyadari isi hatimu, hatimu yang paling dalam, disana ada yang mengatakan “Aku mencintainya”. Jadi ikutilah kata hatimu, karena berbohong, akan membuatmu sakit dan menyesal.

Cinta menyenangkan apalagi saat kita berada bersama orang yang kita suka. Perasaan senang, gembira, bingung, gugup, malu-malu. Semuanya mungkin ada saat bersamanya, seseorang itu yang kau cintai.

Cinta… kadang membuat kaget, ia datang dengan sendirinya. Tapi dengan kita membukakan pintu untuk cinta yang bertamu tersebut, kita dapat merasakan apa yang ia katakan dan berikan, sesuai dengan apa yang kita suguhi padanya.

Tapi dibalik cinta yang putih itu, kadang ia menyakitkan. YA! CINTA ITU MENYAKITKAN. Bagi ia yang tidak tahan, bagi ia yang lemah. Tapi jika kau melaluinya, jika kau kuat dan berpegang teguh serta meyakini cintamu makau kau akan dapat cinta senjatimu. Ya… ibaratnya cinta itu pelangi…. pelangi sehabis hujan. Cinta itu muncul dari badai dan membuatmu bahagia.

Ternyata aku berpikir terlalu lama, pikiranku benar-benar melayang jauh. “Nan….” Tiba-tiba kudengar suara Seungri berkata sambil melepas pelukan kami. “Aku mecintaimu, CL… aku tahu walaupun kadang menyakitkanmu, membuatmu bahagia, membuatmu bingung. Mianheyeo! Kalau kadang aku membuatmu sakit hati. Tapi… Chaerin-ah!” Aku masih teridiam melihati mukanya yang manis itu. Lagi-lagi ia membaca pikiranku, aku rasa begitu.

“Mau kah kau jadi bagian cintaku? Yang terkadang tersakiti tapi aku akan janji akan membuatmu bahagia……selalu, mau kah?”. OMO! Aku kaget mendengar Seungri berkata itu. Aku harus bagaimana…eottokhe! tapi entah tiba-tiba mulutku memimpin duluan… “Ne!” Kulihat raut muka Seungri yang begitu bahagia. “Walaupun kadang itu sakit, aku juga akan membuatmu bahagia, bolehkah aku memelukmu?” Aku? Mulutku lagi-lagi hilang kendali.

Lagi-lagi kurasakan hangat tubuh Seungri. Dan tiba-tiba ia berbisik padaku, tepat disamping telingaku. “Gomawo…. Chaggiya!”

-End-

Nah gimana epilognya, ahirnya Love is pain abis juga. Oh ya mian kalo disini gak ada gambarnya.. hehe gapapakan? Jangan lupa juga like / komen yah ^^

Saran: Sambil baca sambil dengerin lagu Daesung sunny hill atau love, biar bacanya mendalami (?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s